comscore

Cuan Mana, Investasi ORI020 atau Deposito?

M Ilham Ramadhan - 04 Oktober 2021 15:15 WIB
<i>Cuan</i> Mana, Investasi ORI020 atau Deposito?
Investasi ORI020 mulai diluncurkan. Foto: dok Kemenkeu.
Jakarta: Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan menuturkan, investasi pada obligasi ritel Indonesia (ORI) seri ORI020 lebih menguntungkan ketimbang deposito perbankan.

Hal itu karena bunga atau imbal hasil yang ditawarkan yakni 4,95 persen, lebih tinggi dari bunga deposito di kisaran dua persen hingga tiga persen.
Yang menarik adalah kupon yang ditawarkan itu 4,95 persen per tahun. Kompetitif dibanding deposito yang antara dua persen hingga tiga persen," tuturnya dalam peluncuran virtual ORI020, dilansir Mediaindonesiacom, Senin, 4 Oktober 2021.

Deni menambahkan, pemerintah juga telah menurunkan pajak bunga obligasi dari 15 persen menjadi 10 persen. Itu berangkat dari kebijakan penurunan Pajak Penghasilan (PPh) investor lokal dari 15 persen menjadi 10 persen, sama dengan pemangkasan PPh investor asing dari 20 persen menjadi 10 persen.

Pajak tersebut juga lebih rendah ketimbang pajak bunga deposito yang sebesar 20 persen. "Jadi ini dari kupon yield-nya besar, sedangkan pajaknya lebih kecil, sehingga secara keseluruhan tentu ini (ORI020) lebih cuan," tutur Deni.

Namun bila ditelisik ke belakang, ORI020 memiliki imbal hasil lebih rendah dibanding Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterbitkan sebelumnya. Misal, imbal hasil pada ORI019 tercatat 5,57 persen, sukuk ritel seri SR014 tercatat memiliki imbal hasil 5,4 persen.

Kemudian saving bond ritel seri SBR010 memiliki imbal hasil mengambang minimum 5,1 persen. Lalu sukuk ritel seri SR015 tercatat memiliki imbal hasil 5,1 persen. Deni mengatakan, tingkat imbal hasil ditetapkan berdasarkan kondisi yang terjadi. Itu kenapa ORI020 memiliki imbal hasil yang lebih rendah.

"Kami menetapkan dengan melihat bagaimana kondisi di pasar, membandingkan obligasi yang tenornya juga tiga tahun dan ternyata memang sudah turun. Sehingga untuk SBN ritel ini kami turunkan sesuai perkembangan di pasar," jelasnya.

Kementerian Keuangan membuka penawaran obligasi ritel Indonesia (ORI) seri ORI020 secara daring. Obligasi ritel dengan imbal hasil 4,95 persen itu akan menjadi yang terakhir diterbitkan pemerintah di 2021.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menuturkan, ORI020 merupakan kesempatan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi sekaligus bergotong-royong menangani pandemi covid-19. Pasalnya, penerbitan obligasi itu ditujukan untuk membiayai penanganan pandemi dan vaksinasi.

"Dana yang diterbitkan dari ORI020 akan digunakan untuk pemenuhan target APBN. Penggunaan APBN ini termasuk upaya untuk penanganan dan pemulihan dari dampak covid-19," tuturnya.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id