Pemerintah Bakal Suntik Modal ke BUMN untuk Pemulihan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 13 Mei 2020 14:44 WIB
    Pemerintah Bakal Suntik Modal ke BUMN untuk Pemulihan Ekonomi
    Ilustrasi - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Pemerintah berencana menyuntikkan modal kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Suntikan dana melalui Penanaman Modal Negara (PMN) tersebut dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional pascapandemi virus korona (covid-19).

    "Ada PMN, terutama fokus ke BUMN yang memang terkait covid-19 atau terdampak besar terhadap hajat hidup orang banyak," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan Kacaribu dalam siaran virtual di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2020.

    Febrio menjelaskan suntikan modal ke BUMN juga dikompensasi seperti PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). Selain itu, dukungan tersebut bisa dalam bentuk investasi modal kerja BUMN yang selanjutnya digunakan untuk mendukung dunia usaha.


    "Lalu dukungan bentuk lain seperti pelunasan tagihan, loss limit penjaminan terkait modal kerja, penundaan dividen, penjaminan pemerintah, pembayaran talangan tanah Proyek Strategis Nasional (PSN), beberapa BUMN yang masuk ke PSN," jelas dia.

    Sebelumnya dalam rapat dengan Komisi XI DPR, dukungan kepada BUMN diberikan dalam bentuk PMN sebesar Rp25,27 triliun, untuk pembayaran kompensasi sebesar Rp94,23 triliun, dan talangan atau investasi modal kerja sebesar Rp32,65 triliun sehingga totalnya mencapai Rp152,15 triliun.

    Jika dirinci, PMN diberikan kepada PLN sebesar Rp5 triliun, Hutama Karya Rp11 triliun, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Rp6,27 triliun, PNM Rp2,5 triliun, ITDC Rp500 miliar. Sedangkan kompensasi diberikan kepada Pertamina Rp48,25 triliun, PLN Rp45,42 triliun, dan Bulog Rp560 triliun.

    Adapun investasi modal usaha diperuntukkan bagi Garuda Indonesia Rp8,5 triliun, Perumnas Rp650 miliar, KAI Rp3,5 triliun, PTPN Rp4 triliun, Bulog Rp13 triliun, dan Krakatau Steel Rp3 triliun.

    "Prinsip yang kita pegang untuk pemulihan ekonomi nasional adalah asas keadilan sosial dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, dukung pengusaha terdampak, lalu prudent, transparan, harus cepat, adil, akuntabel dan sesuai ketentuan," pungkas Febrio.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id