Fitch: Skema Burden Sharing Tak Mengerek Inflasi

    Husen Miftahudin - 10 Agustus 2020 22:35 WIB
    Fitch: Skema <i>Burden Sharing</i> Tak Mengerek Inflasi
    Gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Selain soal utang, lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) juga menyoroti kesepakatan skema burden sharing antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Skema ini merupakan langkah kerja sama otoritas fiskal dan moneter dalam membiayai pengeluaran negara terkait pandemi covid-19.

    "Fitch memandang kesepakatan ini akan membantu mengurangi beban bunga yang ditanggung pemerintah," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Agustus 2020.

    Fitch memperkirakan kesepakatan ini tidak akan memberikan tekanan inflasi pada tahun ini. Tak terkereknya laju inflasi juga seiring dengan permintaan yang masih lemah.

    "Kebijakan moneter di Indonesia selama beberapa tahun terakhir yang dinilai kredibel memberikan keyakinan kepada Fitch bahwa kesepakatan burden sharing ini akan bersifat temporer (one-off)," ungkapnya.

    Fitch mencatat bahwa Bank Indonesia telah menyediakan likuiditas bagi sistem perbankan sebagai respons atas terjadinya pandemi disertai dengan penurunan suku bunga kebijakan sebesar 100 bps sejak Februari 2020 menjadi 4,0 persen.

    Baca: BI Perlu Pangkas Suku Bunga Kurangi Beban 'Burden Sharing'

    Selain kondisi likuiditas yang memadai, Fitch menilai kondisi permodalan sektor perbankan, sebagaimana tercermin pada capital adequacy ratio, juga masih kuat, yaitu 22,1 persen pada Mei 2020.

    "Secara khusus, Fitch menyoroti upaya pemerintah untuk terus mendorong reformasi struktural. Dalam jangka menengah, berbagai upaya reformasi yang ditempuh pemerintah berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi langsung asing," ucap Onny.

    Fitch mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB (Investment Grade) dengan outlook stabil pada 10 Agustus 2020. Fitch sebelumnya mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook stabil pada 24 Januari 2020.

    Terdapat beberapa faktor kunci yang mendukung afirmasi peringkat RI tersebut, yakni prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah.

    Meski demikian, Fitch menggarisbawahi tantangan yang dihadapi, yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta sisi struktural seperti indikator tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara berkembang (peer country).

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id