KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan dalam Kondisi Normal di Kuartal I-2021

    Eko Nordiansyah - 03 Mei 2021 17:36 WIB
    KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan dalam Kondisi Normal di Kuartal I-2021
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dok. AFP



    Jakarta: Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyebut, stabilitas sistem keuangan pada kuartal I-2021 berada dalam kondisi normal di tengah pandemi covid-19 yang masih berlanjut. KSSK berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi guna menjaga SSK dan momentum pemulihan ekonomi.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, membaiknya prospek pemulihan ekonomi global dibayangi oleh meningkatnya kembali kasus covid-19. Ia menyebut, tren penguatan kinerja perekonomian global berlanjut di awal tahun ini.






    "Hal ini tercermin dengan menguatnya Purchasing Managers’ Index (PMI) serta meningkatnya pertumbuhan volume perdagangan global dan harga komoditas. Progres pelaksanaan vaksinasi global, khususnya di sejumlah negara maju juga mendorong optimisme pemulihan ekonomi yang lebih cepat," kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin, 3 Mei 2021.

    World Economic Outlook (WEO) IMF pada April 2021 merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan global 2021 dari 5,5 persen menjadi enam persen. Namun demikian, optimisme tersebut juga dibayangi dengan melonjaknya kembali kasus covid-19 secara global.

    "Arah pemulihan ekonomi domestik terlihat sejalan dengan menurunnya kasus covid-19 yang didukung oleh perkembangan program vaksinasi. Hingga Maret 2021, sejumlah indikator dini ekonomi menunjukkan arah perbaikan. Progres vaksinasi juga berjalan cukup baik, dengan jumlah dosis vaksin yang diberikan mencapai 20 juta per 30 April 2021," ungkapnya.

    Data PMI yang telah berada pada zona ekspansi terus melanjutkan tren penguatan, sementara kinerja ekspor terus membaik, inflasi terkendali pada level yang relatif rendah, sedangkan cadangan devisa mencapai USD137,1 miliar atau setara dengan 10,1 bulan impor.

    Ia menambahkan, momentum penguatan kinerja ekonomi domestik terutama ditopang oleh berlanjutnya kebijakan fiskal countercyclical dalam APBN 2021. Defisit APBN 2021 direncanakan pada level 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

    Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berlanjut di tahun ini dengan anggaran yang lebih besar mencapai Rp699,43 triliun dan penyempurnaan desain implementasi sejumlah program agar berjalan lebih cepat dan efektif dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

    "Fokus utama tentu saja tetap pada penanganan kesehatan, termasuk untuk mendukung program vaksinasi. Selain itu, penguatan reformasi struktural juga dilakukan untuk mendorong pertumbuhan potensial jangka panjang yang berkelanjutan dan berdaya tahan," pungkas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id