Menkeu Paparkan Jurus Pembangunan Hijau di Indonesia

    Eko Nordiansyah - 17 Oktober 2020 11:41 WIB
    Menkeu Paparkan Jurus Pembangunan Hijau di Indonesia
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN
    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pentingnya mempertahankan kondisi turunnya emisi gas rumah kaca pada masa pandemi melalui kebijakan ekonomi yang ramah lingkungan. Setidaknya ada beberapa kebijakan pemerintah yang mendukung perubahan iklim.

    Hal ini disampaikannya dalam Ministerial Meeting of The Coalition of Finance Ministers for Climate Action – WB/IMF Annual Meetings. Adapun Sri Mulyani merupakan anggota dari Koalisi Menteri Keuangan untuk Perubahan Iklim dalam forum tersebut.

    "Kita perlu selamanya mendapatkan manfaat dari memiliki udara yang lebih bersih dan membangun kembali dengan lebih baik dalam fase pemulihan dan seterusnya," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Kementerian Keuangan, misalnya, telah melakukan Climate Budget Tagging (CBT) sejak 2016 sampai 2020. Pemerintah telah mengalokasikan sebesar 3,9 persen dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per tahunnya untuk aksi perubahan iklim.

    Bahkan CBT ini telah digunakan pemerintah sebagai underlying asset untuk penerbitan Green Sukuk sebesar total USD2,9 miliar selama periode 2018-2020. Selain itu dana tersebut juga dipergunakan untuk membiayai proyek-proyek ramah lingkungan.

    Lebih lanjut, dalam rangka meningkatkan kapasitas pendanaan, Sri Mulyani menyampaikan bahwa Indonesia telah membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang langsung dipercaya untuk mengelola dana REDD+ sebesar USD103,78 juta dari Green Climate Fund (GCF).

    "Untuk semakin meningkatkan kualitas pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan, Indonesia juga mempertimbangkan kebijakan carbon pricing dalam mengurangi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan investasi berwawasan lingkungan," ungkapnya.

    Secara khusus, Kementerian Keuangan sedang mengembangkan Climate Change Fiscal Framework (CCFF) yang akan menetapkan strategi dan kerangka kebijakan fiskal dalam mencapai target global Indonesia dalam pengurangan emisi dan ketahanan terhadap perubahan iklim.

    "Upaya pemulihan yang berkelanjutan akan berhasil selama aksi perubahan iklim sejalan dengan perbaikan ekonomi serta menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam menyusun strategi pemulihan para pengambil kebijakan tidak boleh melupakan isu tentang kesejahteraan rakyat," pungkasnya.
     

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id