Program PEN 2020 Diklaim Selamatkan 5 Juta Orang Miskin Baru

    Eko Nordiansyah - 16 Februari 2021 09:43 WIB
    Program PEN 2020 Diklaim Selamatkan 5 Juta Orang Miskin Baru
    Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin


    Jakarta: Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan mengklaim program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan sepanjang tahun lalu mampu menyelamatkan jutaan orang masuk dalam kategori miskin baru. Meskipun angka kemiskinan pada September 2020 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

    "Program PEN sepanjang 2020 diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari lima juta orang menjadi miskin baru," klaim Kepala BKF Kemenkeu Febrio Kacaribu, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.


    Ia menyebut perlindungan sosial merupakan instrumen utama pemerintah untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan. Melalui program PEN 2020, klaste perlindungan sosial terbukti mampu melindungi masyarakat miskin dan rentan dengan menahan angka kemiskinan di level 10,19 persen pada September 2020.

    Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan mengalami kenaikan 0,97 persen dibandingkan September 2019. Dengan adanya bantuan sosial (bansos), realisasi angka kemiskinan ini lebih baik dari prediksi Bank Dunia yang memperkirakan angka kemiskinan di Indonesia bisa mencapai 11,8 persen.

    "Intervensi kebijakan telah melindungi konsumsi masyarakat tidak hanya kalangan miskin dan rentan tetapi juga kelas menengah," ungkapnya.

    Program tersebut berupa perluasan penerima dan manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako, Bantuan Sembako Jabodetabek, Bantuan Sembako Tunai, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Bantuan Beras PKH, Bantuan Tunai Penerima Kartu Sembako, dan Subsidi Gaji/Upah.

    Kemudian berupa Kartu Pra Kerja, Diskon Listrik, Subsidi Kuota Internet untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Bantuan Subsidi Upah (BSU) BPJS Ketenagakerjaan dan tenaga pendidik honorer.

    "Realisasi sementara program perlindungan sosial untuk mendukung konsumsi rumah tangga mencapai Rp220,39 triliun di sepanjang 2020 atau lebih tinggi dari alokasi awal sebesar Rp203,9 triliun," jelas dia.

    Selain itu, pemerintah mendukung masyarakat miskin dan rentan melalui insentif dunia usaha, terutama kepada kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar tetap bertahan dari dampak pandemi. Dukungan PEN untuk UMKM diberikan untuk menopang permodalan dan cash flow agar tetap bertahan dan dapat melakukan jump start pada masa pemulihan ekonomi.

    Ia menyebut, bentuk dukungan UMKM antara lain berupa penempatan dana, subsidi bunga, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), insentif PPh Final UMKM, penjaminan kredit, dan pembiayaan investasi LPDB. Sepanjang 2020, Pemerintah telah menyalurkan dukungan UMKM sebesar Rp112,4 triliun.

    "Bentuk dukungan ini sangat membantu UMKM untuk tetap melakukan aktivitas ekonomi. Secara khusus, 97 persen usaha mikro penerima BPUM masih tetap melanjutkan usahanya. Dengan demikian, aktivitas ekonomi UMKM tetap berjalan, daya beli masyarakat miskin dan rentan terdampak dapat terjaga di masa pandemi," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id