comscore

Wamenkeu Ajak Pengusaha Berutang, Buat Apa Nih?

Eko Nordiansyah - 25 Januari 2022 17:07 WIB
Wamenkeu Ajak Pengusaha Berutang, Buat Apa Nih?
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara - - Foto: dok Kemenkeu
Jakarta: Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengajak para pelaku usaha untuk menarik pinjaman atau berutang demi melakukan ekspansi usaha. Hal ini akan mendorong pertumbuhan kredit perbankan dan berimbas pada pemulihan ekonomi.

Adapun utang yang dilakukan oleh dunia usaha biasanya digunakan untuk ekspansi bisnis. Apalagi sepanjang tahun lalu, pertumbuhan kredit bisa mencapai 5,2 persen. Meski masih di bawah rata-rata sebelum pandemi, namun Suahasil berharap kredit akan tumbuh meningkat kedepannya.
"Saya dapat laporan terakhir, tahun lalu pertumbuhan kredit Indonesia sekitar 5,2 persen, biasanya jauh di atas itu. Kita inginnya double digit sehingga dunia usaha punya sumber membiayai ekspansi-ekspansi. Pertumbuhan kreditnya sudah ada, dan bisa lebih tinggi lagi," kata dia dalam webinar Hipmi, Selasa, 25 Januari 2022.

Suahasil menambahkan dengan pertumbuhan kredit yang semakin tinggi maka investasi yang dilakukan dunia usaha juga diharapkan semakin meningkat. Sementara di sisi lain, peningkatan konsumsi juga akan turut membantu pertumbuhan ekonomi agar tetap positif seiring dengan tren pemulihan yang saat ini terjadi.

"Kredit growth mulai muncul, semoga kedepan pengusaha muda makin yakin dengan pemulihan ekonomi kita, ditambah lagi ekspansi dunia usaha ini jadi sumber pertumbuhan dilakukan dari investasi, dilakukan dengan cara meningkatkan konsumsi, ini pertumbuhan yang kami inginkan di masa pemulihan ekonomi," ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif perpajakan agar tetap memberikan stimulus bagi dunia usaha selama masa pemulihan ekonomi. Bahkan beberapa insentif pajak juga diperpanjang tahun ini, sehingga diharapkan dukungan ini bisa menambah kepercayaan dunia usaha untuk berekspansi.

"Restitusi ini langsung dibayar ini Rp1 miliar per bulan, di aturan yang baru Rp5 miliar dibayarkan dulu. Syaratnya tolong semua dokumennya disimpan, kalau nanti ketika dicek semua dokumennya aman. Jadi Rp5 miliar per bulan jadi Rp60 miliar per tahun. Sebelum itu banyak banget relaksasi yang kita berikan," pungkas dia.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id