comscore

BI: Penggunaan Tenaga Kerja Terus Alami Perbaikan

Husen Miftahudin - 14 Januari 2022 14:29 WIB
BI: Penggunaan Tenaga Kerja Terus Alami Perbaikan
Tenaga Kerja. Foto : Medcom.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyampaikan penggunaan tenaga kerja diindikasi membaik pada kuartal IV-2021. Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tenaga kerja tercatat sebesar minus 1,89 persen atau masih dalam fase kontraksi, meski membaik dibandingkan SBT minus 8,88 persen pada kuartal III-2021 dan SBT minus 10,18 persen pada kuartal IV-2020.

"Perbaikan terjadi pada beberapa sektor utama, seperti sektor Industri Pengolahan; sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran; sektor Pengangkutan dan Komunikasi; sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan; serta sektor Jasa sejalan dengan kegiatan usahanya yang meningkat," ungkap hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal IV-2021, Jumat, 14 Januari 2022.
Lebih lanjut bank sentral memprakirakan penggunaan tenaga kerja akan kembali mengalami perbaikan pada kuartal I-2022 dengan SBT sebesar minus 0,02 persen. Sektor Industri Pengolahan serta sektor Pertambangan dan Penggalian tercatat positif dan meningkat dengan SBT masing-masing sebesar 0,64 persen dan 0,06 persen.

"Sementara itu, sektor lain tercatat mengalami perbaikan antara lain sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan dengan SBT minus 0,26 persen serta sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih dengan SBT minus 0,02 persen," urai BI.

Sementara itu, tekanan kenaikan harga jual diindikasikan meningkat pada kuartal IV-2021 dengan nilai SBT sebesar 14,09 persen, lebih tinggi dari SBT 5,03 persen pada kuartal III-2021. Namun demikian, peningkatan harga jual tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelum covid-19 yaitu sebesar SBT 15,25 persen.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa peningkatan harga jual pada kuartal laporan tersebut didorong oleh kenaikan harga jual pada sektor Pertambangan dan Penggalian dengan SBT 4,96 persen dan sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan dengan SBT 2,65 persen.

"Hal tersebut sejalan dengan pola historis harga jual tanaman bahan makanan yang tinggi di akhir tahun, sejalan dengan pasokan yang lebih terbatas," ungkap Bank Indonesia.

Adapun pada kuartal I-2022 BI memproyeksi tekanan kenaikan harga jual akan melambat dengan SBT sebesar 7,10 persen. Penurunan tekanan kenaikan harga jual terutama bersumber dari sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan dengan SBT sebesar 2,12 persen.

"Hal itu sejalan dengan pasokan yang memadai pada periode panen raya. Kemudian juga tercermin pada sektor Pertambangan dan Penggalian dengan SBT minus 3,56 persen, serta Konstruksi dengan SBT 0,44 persen," pungkas hasil survei BI tersebut.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id