comscore

Airlangga Ajak Delegasi Hadiri Langsung Presidensi G20 di Indonesia

Eko Nordiansyah - 24 Mei 2022 12:08 WIB
Airlangga Ajak Delegasi Hadiri Langsung Presidensi G20 di Indonesia
Presidensi G20 Indonesia. Foto : Medcom/Desi Angriani.
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta negara-negara G20 agar solid untuk menjaga stabilitas ekonomi dunia. Untuk itu, ia mengajak anggota G20 untuk hadir langsung dalam Presidensi G20 Indonesia yang menggambil tema 'Recover Together, Recover Stronger'.

"Kami mengharapkan agar semua anggota G20 dapat hadir, kalau bisa secara fisik, pada rangkaian pertemuan G20 sehingga dapat menghasilkan konsensus global demi recovery dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan," kata dia dalam keterangan resminya, Selasa, 24 Mei 2022.
Dalam Indonesia Pavilion pada World Economic Forum (WEF) 2022 di Davos Swiss, Airlangga merefleksikan pengalaman dunia dalam menghadapi pandemi covid-19 selama dua tahun terakhir. Menurut dia, apa yang dihadapi oleh dunia bukan hal yang mudah.

"Dua tahun terakhir semua negara berada dalam keadaan sulit akibat pandemi covid-19. Kabar baiknya, Indonesia menunjukkan ketahanannya dan mulai menunjukkan proses recovery, perekonomian Indonesia pada kuartal I tahun ini mencatat pertumbuhan sebesar 5,1 persen (yoy)," ujar dia.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan isu global terutama permasalahan geopolitik yang memberikan tantangan bagi Presidensi G20 Indonesia. Ia menekankan, dunia tidak menutup mata pada permasalahan global lainnya yang terjadi secara simultan dengan konflik Rusia-Ukraina seperti perubahan iklim dan vaksinasi yang belum merata.

"Perang di Ukraina mempertanyakan eksistensi G20. Ada juga perdebatan sengit tentang siapa yang harus atau tidak boleh diundang. Sebagai Presidensi G20, kepentingan Indonesia adalah menjaga keutuhan G20. G20 harus dipertahankan sebagai G20, bukan menjadi G19, atau G13," tegasnya.    

Airlangga juga menekankan pentingnya peran dan kerja sama semua anggota G20 dalam menjaga stabilitas dunia. Selama krisis keuangan global 2008, ia menambahkan, G20 yang mencegah ekonomi dunia jatuh lebih dalam ke jurang depresi.

"Negara-negara yang membentuk G20 terdiri dari dua pertiga dari populasi dunia, 85 persen dari PDB dunia, 75 persen dari perdagangan dunia, dan 80 persen dari investasi global. Keputusan yang dicapai di G20 akan memperbaiki banyak hal di dunia ini," pungkas dia.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id