Bidik Milenial, Produk Investasi SR013 Mulai dari Rp1 Juta

    Eko Nordiansyah - 28 Agustus 2020 13:02 WIB
    Bidik Milenial, Produk Investasi SR013 Mulai dari Rp1 Juta
    Ilustrasi produk investasi SR013 bidik milenial - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meluncurkan sukuk ritel seri SR013 dengan tingkat imbalan tetap (fixed) sebesar 6,05 persen. Produk investasi syariah ini bisa dibeli mulai dari Rp1 juta secara online demi menarik minat generasi milenial.
     
    "Sekarang milenial semuanya serba mudah dan ini sangat terjangkau," kata Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah dalam video conference di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2020.
     
    Ia menambahkan selama menggunakan platform online, partisipasi milenial untuk berinvestasi di surat berharga negara (SBN) bisa di atas 50 persen. Untuk itu, Ia berharap partisipasi kalangan milenial mampu membantu target penjualan SR013 sebesar Rp5 triliun.
     
    "Selama kita menggunakan platform online itu partisipasi milenial itu di atas 50 persen. Jadi kami masih sangat optimistis bahwa milenial, terutama tadi dari kelompok Kemenkeu muda harusnya semuanya berinvestasi di sini karena tidak ada larangan kecuali pegawai dari DJPPR," ungkapnya.
     
    Masa penawaran SR013 ini dibuka pada 28 Agustus 2020 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 23 September 2020 pukul 10.00 WIB. Sukuk ritel ini akan jatuh tempo pada 10 September 2023 dengan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta sampai dengan Rp3 miliar.
     
    Sukuk ritel ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable) sejak 11 Desember 2020 dan hanya dapat diperdagangkan antar investor domestik. Ini memberikan alternatif investasi yang aman bagi masyarakat, mendukung terwujudnya keuangan inklusif, serta memenuhi sebagian pembiayaan pembangunan berbagai proyek/kegiatan APBN 2020.
     
    Terdapat 31 mitra distribusi yang ditetapkan yaitu  PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
     
    Selain itu ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Commonwealth, PT Bank UOB Indonesia, dan PT Bank Mega Tbk.
     
    Sementara untuk bank umum syariah ada PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRISyariah Tbk, PT Bank Muamalat Tbk, dan PT Bank BNI Syariah. Perusahaan efek ada PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sinarmas Sekuritas.
     
    Perusahaan efek khusus (financial technology) ada PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee). Terakhir ada perusahaan fintech peer to peer lending yaitu PT Investree Radhika Jaya, PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku), dan PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks).

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id