Ekonomi RI Dibayangi Kebijakan PSBB Jilid II

    Annisa ayu artanti - 24 September 2020 13:34 WIB
    Ekonomi RI Dibayangi Kebijakan PSBB Jilid II
    Ilustrasi kebijakan PSBB jilid II - - Foto: MI/ Sumaryanto
    Jakarta: Perkembangan ekonomi sektoral pada kuartal III dan IV tahun ini akan dibayangi oleh dampak penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di DKI Jakarta.

    Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan sektor-sektor jasa seperti, perdagangan, transportasi, hotel, restoran dan jasa perusahaan  mengalami pemulihan yang relatif lambat dari perkiraan semula akibat peningkatan kasus positif covid-19.

    "Perkembangan ekonomi sektoral kuartal III dan IV dibayangi risiko dampak penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta," katanya dalam paparan economy outlook secara virtual, Kamis, 24 September 2020.

    Demikian pula sektor industri pengolahan, pemulihannya mengikuti pola umum peningkatan ekonomi nasional karena sangat tergantung perbaikan daya beli dan confidence masyarakat, sehingga mulai membelanjakan uangnya.

    Sementara, untuk sektor komoditas kelapa sawit bisa menjadi katalis positif yang mendorong perekonomian Indonesia ke depan terutama di sentra-sentra perkebunan di Sumatra dan Kalimantan.

    VP Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani menambahkan minat belanja pemerintah dan masyarakat juga turut dipengaruhi kebijakan PSBB.

    "Akibat uncertainty itu semua orang menahan belanja hanya kebutuhan pokok, kalau ada uang disimpan untuk berjaga-jaga. Jadi, dari sisi demand jauh berkurang di berbagai sektor," jelasnya.

    Adapun beberapa sektor yang terdampak dari penurunan minat dan daya beli masyarakat adalah perusahaan-perusahaan yang memproduksi pakaian, perusahaan manufaktur mobil dan motor, serta properti.

    PSBB membuat value added dalam perekonomian turun dan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi terkini semakin tertekan.


    "Itu otomatis penciptaan value added turun. Kedua, confidence masyarakat juga makin tertekan. Semua orang bertanya-tanya apakah aman keluar? Kemudian bertanya, bagaimana prospek ekonomi ke depan?" pungkasnya.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id