comscore

Begini Langkah Konkret RI Wujudkan Transisi Energi yang Adil dan Terjangkau

Eko Nordiansyah - 25 Mei 2022 19:24 WIB
Begini Langkah Konkret RI Wujudkan Transisi Energi yang Adil dan Terjangkau
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Indonesia berkomitmen mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap demi keamanan iklim di masa depan. Komitmen tersebut terwujud dalam berbagai langkah konkret dan inovatif yang telah dilakukan oleh pemerintah.
 
Misalnya pembentukan platform SDG Indonesia One yang telah mencapai USD3,2 miliar dalam waktu kurang dari empat tahun, penerbitan Sukuk Hijau, dan rencana mekanisme penerapan carbon pricing untuk mobilisasi peralihan energi di sektor swasta.
 
Selain itu, Indonesia juga memiliki program Energy Transition Mechanism (ETM) bekerja sama dengan Asian Development Bank, dan secara kolektif mengurangi emisi gas CO2 sebesar 200 juta ton per tahun secara bersama dengan Filipina dan Vietnam.
 
"Indonesia mengambil bagian dalam mencapai phase down batu bara," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Untuk itu, Airlangga mengingatkan tugas penting generasi ini untuk mewariskan planet yang layak huni bagi generasi mendatang. Menurutnya, perlu dilakukan transformasi pada gaya hidup manusia, terutama di sektor energi yang mewakili 72 persen dari total emisi global.
 
Tidak hanya berfokus dengan proses transisi energi, Menko Airlangga menegaskan bahwa Pemerintah juga memikirkan lapangan pekerjaan di sektor pertambangan batu bara yang akan terdampak dari transisi energi yang dilakukan.
 
"Untuk mengatasi dilema ini, kita harus menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan, serta berinvestasi dalam pelatihan dan reskilling pekerja. Hanya dengan begitu, transisi energi ini dapat disebut adil," ungkapnya.
 
Transisi energi yang adil dan terjangkau menuju ekonomi hijau dapat menghasilkan hingga USD26 triliun dalam net benefits dan 65 juta pekerjaan bernilai tinggi pada tahun 2030. Namun begitu, dibutuhkan biaya besar untuk mencapainya.
 
Misalnya, dibutuhkan sekitar USD25 miliar untuk menurunkan 5,5 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga batu bara di Indonesia secara bertahap atau setara dengan seperempat dari pendanaan iklim tahunan yang dijanjikan oleh negara maju kepada negara berkembang.
 
"Penting bagi negara-negara maju untuk memenuhi komitmen dalam penyediaan dana guna mendukung transisi energi global setiap tahunnya," pungkas dia.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id