comscore

Pemulihan Ekonomi RI Masih Kuat Meski Dibayangi Risiko Resesi AS

Eko Nordiansyah - 05 Juli 2022 13:37 WIB
Pemulihan Ekonomi RI Masih Kuat Meski Dibayangi Risiko Resesi AS
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Perekonomian di banyak negara kembali diguncang turbulensi di tengah pemulihan yang belum sepenuhnya terjadi dari dampak pandemi. Banyak negara terancam mengalami stagflasi, yaitu terjadinya inflasi yang tinggi saat perekonomian masih rendah atau bahkan resesi.

Dalam laporan Bank Dunia, Ekonom Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, inflasi sudah melonjak tinggi di berbagai negara. Inflasi di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman sudah mencapai level tertinggi selama 30 tahun terakhir.
"Di tengah gejolak perekonomian global yang mengancam tidak hanya negara-negara berkembang tetapi juga negara-negara maju, perekonomian Indonesia justru menunjukkan geliat menuju pemulihan," kata dia kepada Medcom.id, Selasa, 5 Juli 2022.

Ia menyebut, berbagai indikator mengindikasikan perekonomian mengalami perbaikan. Mobilitas masyarakat yang semakin normal di tengah meredanya pandemi mendorong indeks keyakinan konsumen terus meningkat di zona optimistis yaitu di atas 100.
 
Baca juga: Pemerintah Perlu Siapkan Strategi Tahan Kenaikan Inflasi


Optimisme konsumen diimbangi oleh optimisme produsen, dimana angka Index PMI bertahan di zona ekspansi yaitu di atas 50. Keyakinan konsumen dan produsen selanjutnya dikonfirmasi oleh angka indeks penjualan riil yang terus meningkat 5,04 persen (yoy) pada Mei 2022.

"Kenaikan indeks penjualan riil menyiratkan pertumbuhan tingkat konsumsi masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Dengan asumsi tidak terjadi lonjakan kasus pandemi yang memaksa pemerintah membatasi kembali mobilitas masyarakat, Piter meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen tahun ini, sama seperti target pemerintah.

"Optimisme bahwa perekonomian Indonesia tetap akan tumbuh positif diatas bukanlah tanpa argumentasi yang kuat. Indonesia punya beberapa faktor yang bisa menjadi modal menangkal krisis sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi," pungkas dia.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id