Pemerintah Ngutang Rp257,87 Miliar ke KAI

    Annisa ayu artanti - 30 Juni 2020 12:27 WIB
    Pemerintah <i>Ngutang</i> Rp257,87 Miliar ke KAI
    Ilustrasi Kereta Api. Foto : MI.
    Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kekurangan pembayaran pemerintah atas kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) sebesar Rp257,87 miliar.

    Direktur Utama KAI Didiek mengatakan jumlah utang yang belum terbayarkan tersebut sesuai dengan LHP BPK 2015, 2016, dan 2019. Untuk 2015 kurang bayar utang pemerintah sebesar Rp108,27 miliar, 2016 sebesar Rp2,22 miliar, dan 2019 sebesar Rp147,38 miliar.

    "Itu nilai utang pemerintah terkait PSO untuk 2015, 2016, 2019," kata Didiek dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI di Komplek Parlemen Senayan, Selasa, 30 Juni 2020.

    Adapun sesuai dengan presentasi yang disampaikan, pemerintah memiliki kontrak PSO pada 2015 sebesar Rp1,54 triliun, 2016 sebesar Rp1,82 triliun, dan 2019 sebesar Rp2,3 triliun.

    Kontrak PSO tersebut untuk layanan kereta api antarkota yang terdiri dari jarak jauh, jarak sedang, dan lebaran. Kemudian kereta api perkotaan serta kereta api commuter atau KRL.

    Sesuai dengan Perpres Nomor 124 Tahun 2015 Pasal 26 Ayat 2, pemerintah telah membayarkan lebih kecil kepada badan usaha penyelenggara. Sementara kekurangan pembayaran kepada badan usaha penyelenggara tersebut diusulkan untuk dianggarkan dalam APBN atau APBN-P.

    Lebih lanjut, Didiek menyampaikan dengan dibayarkannya utang pemerintah kepada perseroan Didiek menyebut akan membantu likuiditas KAI dalam menghadapi pandemi covid-19.

    Pembayaran utang pemerintah juga akan memberikan keyakinan bagi stakeholder KAI yang menyangkut masyarakat, kreditur, dan mitra terhadap kolektibilitas piutang pemerintah. KAI juga katanya, tidak perlu mengajukan permohonan penghapusan piutang kepada pemegang saham.

    "Kami harapkan semoga apa yang kami sampaikan bisa dilaksanakan. Harapan kami apa yang dimohonkan pencairan utang pemerintah dapat direalisasikan," tukasnya.   




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id