Berlaku Agustus, Netflix Cs Belum Setor Pajak ke Pemerintah

    Eko Nordiansyah - 22 September 2020 15:03 WIB
    Berlaku Agustus, Netflix Cs Belum Setor Pajak ke Pemerintah
    Ilustrasi pajak Netflix Cs - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan belum menerima setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari Netflix, Spotify, hingga Zoom. Padahal pajak bagi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang ditetapkan sebesar 10 persen tersebut sudah berlaku sejak Agustus lalu.

    "Untuk setoran sampai Agustus PMSE luar negeri belum kita terima. Karena setoran masuk di September 2020 ini, sampai Agustus belum ada setoran diterima," kata Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo dalam video conference di Jakarta, Selasa, 22 September 2020.

    Suryo mengungkapkan terdapat enam pelaku usaha yang telah menerima surat keterangan terdaftar dan nomor identitas perpajakan sebagai pemungut PPN sejak 1 Agustus 2020. Mereka yakni Amazon Web Services Inc, Google Asia Pacific Pte. Ltd, Google Ireland Ltd, Google LLC, Netflix International B.V, dan Spotify AB.

    Dengan penunjukan ini, semestinya pajak dari produk dan layanan digital tersebut sudah disetorkan pada September ini. Apalagi sudah ada 28 perusahaan luar negeri yang ditunjuk sebagai pemungut PPN.

    Kemudian ada tambahan 10 perusahaan di gelombang II yang mulai memungut PPN pada 1 September 2020 dan 12 perusahaan lagi pada gelombang III yang akan memungut PPN pada 1 Oktober 2020.

    Sepuluh pelaku usaha pemungut PPN pada gelombang kedua ini adalah Facebook Ireland Ltd, Facebook Payments International Ltd, Facebook Technologies International Ltd, Amazon.com Services LLC, Audible, Inc, Alexa Internet, Audible Ltd, Apple Distribution International Ltd, Tiktok Pte. Ltd, serta The Walt Disney Company (Southeast Asia) Pte. Ltd.

    Kemudian tambahan 10 perusahaan  adalah LinkedIn Singapore Pte. Ltd, McAfee Ireland Ltd, Microsoft Ireland Operations Ltd, Mojang AB, Novi Digital Entertainment Pte. Ltd, PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd, Skype Communications SARL, Twitter Asia Pacific Pte. Ltd, Twitter International Company, Zoom Video Communications, Inc, PT Jingdong Indonesia Pertama, dan PT Shopee International Indonesia.

    "Ke depan ada sembilan lagi. Kami sedang berkomunikasi dengan PMSE di luar negeri. Paling tidak sampai Oktober ada 37 PSME luar negeri yang kami tunjuk," pungkas Suryo. 

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id