Pembangunan Hijau Rendah Karbon Harus Diutamakan dalam Pemulihan Ekonomi Indonesia

    Angga Bratadharma - 24 Februari 2021 08:41 WIB
    Pembangunan Hijau Rendah Karbon Harus Diutamakan dalam Pemulihan Ekonomi Indonesia
    Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. FOTO: Bappenas
    Jakarta: Dalam membangun masa depan yang lebih baik, Indonesia perlu bekerja sama melalui kerja sama internasional, kemitraan publik-swasta, dan integrasi lintas sektor. Pemerintah harus memastikan bahwa strategi pembangunan hijau rendah karbon dan pertumbuhan hijau diarusutamakan dalam paket stimulus pemulihan ekonomi Indonesia.

    Misalnya, memperkuat ketahanan pangan dan membangun rantai pasokan makanan yang lebih efisien dan tidak terlalu boros tidak boleh mengorbankan kerusakan lingkungan. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan energi yang meningkat seiring dengan pemulihan pertumbuhan ekonomi harus bergantung pada sumber yang bersih dan terbarukan.

    "Kita juga harus mempertimbangkan bahwa solusi pertumbuhan hijau seringkali akan menciptakan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih berkualitas -pekerjaan ramah lingkungan- dibandingkan dengan alternatif bisnis seperti biasa," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 24 Februari 2021.

    Ia mengatakan hal tersebut saat memberikan sambutan pada acara P4G, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Korea. Kerja sama yang erat dan tindakan kolaboratif oleh berbagai pemangku kepentingan yang beragam dan inklusif diperlukan untuk memanfaatkan peluang besar di depan.

    "Kami menyadari pentingnya upaya kami masing-masing saat kami berusaha guna memperkuat ketahanan kami dan membangun masa depan yang lebih baik pada saat kritis ini untuk Indonesia dan dunia. Dan sekarang adalah waktu yang tepat menegakkan aksi global terkoordinasi bagi dunia yang lebih baik dan lebih berkelanjutan," tuturnya.

    Dalam konteks ini, P4G memainkan peran strategis dengan mempertemukan semua pemangku kepentingan untuk menyampaikan hasil yang dijanjikan oleh Paris Climate Agreement dan SDGs di lima bidang utama, yaitu pangan dan pertanian, air, energi, kota, dan ekonomi sirkular.

    Melalui keterlibatan dan kerja sama sektor swasta, pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil, pemerintah berharap P4G akan menjadi forum terdepan di dunia untuk mengembangkan kemitraan publik-swasta yang konkret dan inovatif dalam skala besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang hijau,ketahanan iklim, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

    "P4G Seoul Summit 2021, yang akan diadakan pada Mei akan menjadi acara utama untuk percepatan aksi dan dampak global, termasuk kemitraan hijau perintis P4G untuk mewujudkan pertumbuhan hijau yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berkumpul untuk berbagi visi ini dan mempersiapkan tindakan yang akan disumbangkan oleh masing-masing pihak," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id