comscore

Transaksi Selama Ramadan dan Idul Fitri Tingkatkan PDB Nasional

Annisa ayu artanti - 08 Mei 2022 16:25 WIB
Transaksi Selama Ramadan dan Idul Fitri Tingkatkan PDB Nasional
Ekonomi Indonesia. Foto : MI.
Jakarta: Bank Mandiri menyatakan transaksi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini akan mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,14 poin to poin (ptp). Peningkatan ekonomi tercermin dari frekuensi dan nominal transaksi belanja masyarakat yang meningkat sejak bulan Maret 2021.

Merujuk pada data historis Mandiri Spending Index (MSI), kegiatan belanja beranjak naik pasca pemerintah berhasil menurunkan tingkat kasus covid-19, yang dilanjutkan dengan kebijakan pelonggaran mobilitas pada pertengahan tahun 2021.
"Signifikansi penanganan covid-19 di Indonesia berhasil mengeskalasi pertumbuhan ekonomi pada periode Semester II-2022 ke level pemulihan yang berkelanjutan. Pihaknya optimis, pertumbuhan ekonomi di Indonesia memiliki ruang yang besar," kata Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Mei 2022.

Diperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bertengger di kisaran 5,17 persen, yang dimulai dengan proyeksi capaian 4,95 persen laju kenaikan PDB pada triwulan I-2022.

Andry menjelaskan, ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi percepatan pertumbuhan ekonomi Tanah Air ke depan. Salah satunya, perbaikan harga komoditas yang telah berlangsung sejak akhir 2020 lalu.

Peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO), batubara, dan nikel akan meningkatkan transaksi belanja dan berujung pada perbaikan ekonomi di daerah.

“Kenaikan harga batubara akan meningkatkan penjualan mobil niaga sementara peningkatan harga CPO akan mendorong penjualan mobil penumpang. Sektor turunan lainnya juga diprediksi akan mengalami perbaikan sejalan dengan stabilitas harga komoditas,” ujarnya.

Menurutnya, jika mobilitas masyarakat dilonggarkan dan kasus covid-19 dapat ditekan atau tidak ada varian baru yang mematikan, maka pemulihan ekonomi daerah dipastikan akan lebih masif. Sebab dengan begitu, pembangunan yang memicu perbaikan kualitas infrastruktur di daerah mampu menopang keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Merujuk data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) setidaknya terdapat sebanyak 201 proyek dan 10 program dalam Proyek Strategis Nasional Terbaru. Tidak hanya di Pulau Jawa, proyek strategis nasional ini juga tersebar di luar Pulau Jawa.

“Tingkat pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara yang semakin masif sangat berdampak pada kemudahan mobilitas antar wilayah, baik untuk mobilitas manusia maupun barang,” imbuhnya.

Sebagai gambaran, data MSI menunjukkan masyarakat Indonesia saat ini cenderung melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi sepanjang masa pandemi. Hal ini memberikan dampak pada penjualan mobil yang meningkat dan pemerataan mobilitas.

Dengan kata lain, perubahan perilaku ini sangat sejalan dengan perbaikan infrastruktur yang sudah dilakukan pemerintah terutama infrastruktur jalan. Sehingga jarak tempuh antar daerah lebih singkat. Perbaikan infrastruktur berpotensi meningkatkan pembangunan di daerah, melalui pergerakan manusia, uang dan barang.

“Merujuk pada perhitungan Tim Riset Bank Mandiri, transaksi di sepanjang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri akan mendorong kenaikan PDB Nasional sebesar 0,14 ptp. Perbaikan ini juga akan merata ke semua daerah,” pungkasnya.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id