comscore

Sri Mulyani Tantang Pertamina Bentuk Penandaan Adaptasi Perubahan Iklim

Desi Angriani - 07 Desember 2021 11:48 WIB
Sri Mulyani Tantang Pertamina Bentuk Penandaan Adaptasi Perubahan Iklim
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: Kementerian Keuangan
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menantang PT Pertamina (Persero) untuk membentuk penandaan adaptasi perubahan iklim (climate budget tagging). Sebab, sektor energi merupakan menyumbang karbon paling besar dibandingkan dengan sektor lainnya.

"Mungkin Pertamina juga bisa melakukan hal sama, can you do do the climate budget tagging. Saya akan menantang Ibu Emma sebagai direktur keuangannya. Berapa banyak yang dihabiskan untuk operasional, investasi, capital spending dalam proyek perubahan iklim," katanya, dalam webinar Pertamina bertajuk 'Energizing Your Future', Selasa, 7 Desember 2021.
Ia menjelaskan sistem penandaan anggaran perubahan iklim mampu melacak alokasi anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta menyajikan data kegiatan, output, dan besaran anggaran yang dialokasikan.

Saat ini, penandaan anggaran telah melibatkan 18 Kementerian dan Lembaga (K/L). Untuk periode 2016-2020, komposisi anggaran perubahan iklim dialokasikan sebesar 74 persen untuk mitigasi dan 26 persen untuk adaptasi.

Total belanja pemerintah pusat untuk mitigasi perubahan iklim sejak 2016 mencapai Rp256,7 triliun, sedangkan untuk adaptasi iklim mencapai Rp75,9 triliun. "Pemerintah hanya bisa 23 persen untuk mentransformasikan itu, ini berarti selebihnya dari yang lain termasuk Pertamina," ungkapnya.

Karena itu, Pertamina diharapkan dapat membantu pemerintah untuk mempercepat transisi energi hingga mencapai target net zero emission. "Peranan sektor energi luar biasa penting, fokus kita transisi ekonomi yang bertanggung jawab dan adil. Mereka yang memproduksi CO2 harus bertanggung jawab lebih besar," tegas dia.

Penurunan emisi karbon

Sementara itu, Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha Pertamina Iman Rachman menjelaskan Pertamina telah menargetkan penurunan emisi karbon hingga 81,4 juta ton pada 2060.

Hingga 2020, Pertamina memberikan kontribusi penurunan emisi sebesar 27,08 persen dari baseline tahun lalu. Hal ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan target nasional sebesar 26 persen.

Beberapa upaya Pertamina dalam menurunkan emisi, antara lain dengan implementasi energi efisiensi, gasifikasi, dan aktivitas lainnya seperti komersialisasi karbon dioksida di subholding dan anak usaha.

"Kami telah menyiapkan transisi energi melalui rencana jangka panjang perusahaan dengan target menurunkan karbon dioksida sebesar 29 persen pada 2030," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id