Pemerintah Incar Rp5 Triliun dari Sukuk Ritel SR013

    Eko Nordiansyah - 28 Agustus 2020 12:44 WIB
    Pemerintah Incar Rp5 Triliun dari Sukuk Ritel SR013
    Ilustrasi - - Foto: Antara/ Aprillio Akbar



    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan dana sebesar Rp5 triliun dari penerbitan sukuk ritel seri SR013. Produk investasi syariah ini memiliki tenor tiga tahun dengan tingkat imbalan atau kupon tetap (fixed) sebesar 6,05 persen per tahun.
     
    "Untuk target awalnya kita tetapkan di Rp5 triliun. Tapi kalau melihat animonya, kelihatannya jauh lebih besar dari itu," kata Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah dalam video conference di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2020.
     
    Dwi menjelaskan target ini ditetapkan setelah berkonsultasi dengan 31 mitra distribusi yang ditunjuk oleh pemerintah. Namun, pemerintah berharap SR013 diborong oleh investor dalam negeri lantaran instrumen investasi tersebut ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia.
     
    "Mudah-mudahan ini menjadi lebih besar untuk target awal kita menetapkan Rp5 triliun. Namun demikian sebagaimana kita ingin mengembangkan, memperdalam pasar keuangan domestik, berapapun yang masuk kita akan serap," jelas dia.
     
    Masa penawaran SR013 ini dibuka pada 28 Agustus 2020 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 23 September 2020 pukul 10.00 WIB. Sukuk ritel ini akan jatuh tempo pada 10 September 2023 dengan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta sampai dengan Rp3 miliar.
     
    Adapun ke-31 mitra distribusi yang ditetapkan adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
     
    Selain itu ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Commonwealth, PT Bank UOB Indonesia, dan PT Bank Mega Tbk.
    Untuk bank umum syariah ada PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BRISyariah Tbk, PT Bank Muamalat Tbk, dan PT Bank BNI Syariah. Perusahaan efek ada PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sinarmas Sekuritas.

    Perusahaan efek khusus (financial technology) ada PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee). Terakhir ada perusahaan fintech peer to peer lending yaitu PT Investree Radhika Jaya, PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku), dan PT Lunaria Annua Teknologi (Koinworks). 
    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id