Kemenkeu Segera Lelang Barang Hasil Sitaan Negara

    Ilham wibowo - 28 Februari 2020 17:48 WIB
    Kemenkeu Segera Lelang Barang Hasil Sitaan Negara
    Ilustrasi gedung Kemenkeu. Foto: dok MI/Ramdani.
    Jakarta: Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), berencana akan melaksanakan Ielang barang sitaan negara. Lelang tersebut serentak di seluruh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada Maret 2020.

    Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyebut pelaksanaan lelang ini akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Diperkirakan total nilai dari barang-barang yang akan dilelang mencapai Rp30 miliar.

    "Jadi untuk barang yang akan dilelang itu seperti tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, kapal dan produk UMKM. Ini baru rencana, belum tentu juga nantinya ada kapal," ujar Isa di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Februari 2020.

    Adapun total frekuensi penyelenggaraan lelang dalam periode 2015 hingga 2019 tercatat sebanyak 282.441 kali. Nilai transaksi lelang menunjukkan peningkatan dengan nilai total pokok transaksi lelang sebesar Rp85,9 triliun.

    Dari total transaksi lelang tersebut, negara mendapatkan penerimaan sejumlah Rp6,48 triliun yang terdiri atas PNBP (Bea Lelang) Rp1,98 triliun, PPh Rp849,4 miliar, BPHTB (untuk daerah) Rp497,3 millar dan hak negara daerah dari penjualan barang rampasan milik negara/daerah Rp3,154 triliun.

    Dia menjelaskan capaian tersebut diperoleh atas upaya DJKN dalam melakukan perbaikan yang terus menerus atas proses pelaksanaan lelang melalui pemanfaatan teknologi informasi. Sehingga informasi bisa diterima dengan efektif dan efisien oleh masyarakat.

    "Dengan dukungan teknologi, saat ini pelaksanaan lelang telah mengalami transformasi dan cara konvensional dengan kehadiran peserta (face to face) menjadi tanpa kehadiran peserta," ungkapnya.

    Kegiatan lelang ini mendapat pengamanan khusus dari pihak kepolisian mengantisipasi modus penipuan. Lelang yang dilaksanakan KPKNL tidak mengenal prosedur penawaran secara pribadi. Pengumunan dilakukan melalui situs resmi dengan penyetoran uang jaminan melalui rekening resmi KPKNL.

    "Banyak orang mengedarkan daftar barang yang disebut berasal dari kantor kami. Mereka mengatakan belilah, ikutilah lelang untuk mendapatkan harga murah dan ini sudah jelas salah, padahal lelang itu untuk mendapat harga terbaik," ucapnya.




    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id