• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Ditjen Pajak Belum Berencana Mengenakan Pajak Harta Warisan

Suci Sedya Utami - 11 Juli 2018 07:43 wib
Pejalan kaki melintasi papan sosialisasi pembayaran pajak secara
Pejalan kaki melintasi papan sosialisasi pembayaran pajak secara online (MI/ARYA MANGGALA)

Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak memungkiri wacana mengenakan pajak pada laba ditahan atau retained earnings dan harta warisan memang pernah dibicarakan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang gencar menggenjot penerimaan negara dari sisi pajak.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan kedua hal tersebut memang berpotensi menjadi objek pajak. Bahkan, Robert mengaku, hal itu pernah dibicarakan oleh otoritas dan pemangku kepentingan dalam Focus Group Discussion (FGD).

"Di level FGD (saat itu) mencoba menjaring masukan, ide, dan diskusi. Termasuk pemajakan laba ditahan dan warisan," kata Robert, di Kantor Pusat DJP Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

Namun, Robert mengatakanm pembahasannya masih dalam tahap awal dan belum sampai pada level pimpinan yaitu di tingkat Menteri Keuangan. Artinya belum bisa dipastikan apakah akan masuk dalam pembahasan revisi Undang-undang Pajak Penghasilan (PPh) atau tidak.

Mantan Direktur Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko ini menambahkan pembahasan draf revisi UU PPh masih difinalisasi oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu. "Masih sangat awal. Selama ini PPh atas laba ditahan itu setelah menjadi dividen aturannya. Tentu nanti pemerintah diskusi terkait itu, termasuk warisan," ujar Robert.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, laba ditahan dan warisan belum menjadi objek pajak karena hingga kini masih dalam pembahasan awal dan konsultasi. "Ini baru pada tahap desain yang akan dimasukkan atau tidak dimasukkan," pungkasnya.

 


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.