Utang Luar Negeri RI Meroket Jadi Rp6.101 Triliun

    Husen Miftahudin - 15 Oktober 2020 11:32 WIB
    Utang Luar Negeri RI Meroket Jadi Rp6.101 Triliun
    Ilustrasi utang Indonesia - - Foto: dok AFP
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2020 tercatat sebesar USD413,4 miliar atau setara Rp6.101,78 triliun (kurs tengah BI Rp14.760 per USD). Angka utang tersebut tumbuh 5,7 persen (yoy), lebih tinggi dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,2 persen (yoy),

    "Pertumbuhan ULN disebabkan oleh transaksi penarikan neto ULN, baik ULN pemerintah maupun swasta. Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi rupiah," ungkap Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi BI di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Adapun ULN tersebut terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD203,0 miliar dan ULN sektor swasta termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar USD210,4 miliar. ULN pemerintah pada Agustus 2020 tumbuh meningkat.

    Posisi ULN pemerintah pada akhir Agustus 2020 tercatat sebesar USD200,1 miliar atau tumbuh 3,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2020 sebesar 2,3 persen(yoy). Perkembangan ini terutama didorong oleh penarikan sebagian komitmen pinjaman dari lembaga multilateral yang memberikan dukungan kepada Indonesia untuk menangani pandemi covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    Onny menegaskan bahwa ULN pemerintah dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,7 persen dari total ULN pemerintah); sektor konstruksi (16,5 persen); sektor jasa pendidikan (16,5 persen); sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,8 persen); serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,6 persen).

    Sementara ULN swasta pada Agustus 2020 juga mengalami peningkatan. Pertumbuhan ULN swasta pada Agustus 2020 tercatat 7,9 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juli 2020 sebesar 6,2 persen (yoy).

    Perkembangan ini dipengaruhi pertumbuhan ULN Perusahaan Bukan Lembaga Keuangan (PBLK) dan ULN lembaga keuangan (LK) masing-masing sebesar 10,3 persen (yoy) dan 0,4 persen (yoy). Sebagian besar penarikan ULN swasta pada Agustus 2020 digunakan untuk membiayai kegiatan investasi perusahaan.

    "Beberapa sektor dengan pangsa ULN terbesar, yakni mencapai 77,5 persen dari total ULN swasta, adalah sektor jasa keuangan dan asuransi; sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin (LGA); sektor pertambangan dan penggalian; serta sektor industri pengolahan," paparnya.

    Onny menyatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Agustus 2020 sebesar 38,5 persen, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,2 persen.

    Struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,0 persen dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

    "Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," tutup Onny.  

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id