Kebijakan BI Jaga Stabilitas Rupiah di Rp14 Ribu/USD

    Angga Bratadharma - 26 November 2019 14:15 WIB
    Kebijakan BI Jaga Stabilitas Rupiah di Rp14 Ribu/USD
    Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Adrian Panggabean. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
    Jakarta: Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Adrian Panggabean memandang pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kian mengalami perbaikan dari waktu ke waktu. Tentu ada harapan agar fondasi nilai tukar rupiah terus menguat dan nantinya tahan terhadap gempuran mata uang Paman Sam.

    Setelah mendekati level Rp15 ribu per USD di awal tahun, kini berangsur menguat ke arah Rp14 ribu per USD. Hal ini didukung oleh derasnya arus masuk investasi asing di pasar modal. Diharapkan arus masuk investasi asing ini bisa tumbuh lebih maksimal hingga akhir tahun dan berdampak positif terhadap mata uang Garuda.

    "Geliat pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) yang didorong oleh Bank Indonesia (BI) juga berkontribusi pada penguatan dan stabilitas kurs di kisaran Rp14 ribu per USD pada enam bulan terakhir," kata Adrian, dalam diskusi media Bersama Chief Economist CIMB Niaga, di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa, 26 November 2019.

    Adapun di sisa 2019, lanjutnya, kinerja perekonomian Indonesia diperkirakan masih mengalami perlambatan. Hal itu dipicu oleh pertumbuhan investasi dan konsumsi rumah tangga yang melambat di kuartal ketiga.

    Menurut Adrian tahun ini pelaku usaha menunda keputusan bisnis karena bayangan ketidakpastian, baik yang muncul dari sisi global maupun domestik. Sejalan dengan menurunnya permintaan dan adanya kendala likuiditas, pertumbuhan kredit juga berangsur melambat.

    Di sisi lain, pelemahan harga komoditas dan tingginya suku bunga pada paruh pertama 2019, juga telah menyebabkan rumah tangga mengerem belanjanya. Pada kuartal ketiga tahun ini, dengan mengoreksi faktor musiman, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga antar kuartal bahkan telah mencapai angka terendah dalam sembilan tahun terakhir.

    "Dengan memperhitungkan semua faktor dan prospek berlanjutnya perlambatan di kuartal keempat, perekonomian Indonesia nampaknya hanya akan bertumbuh maksimum lima persen di 2019," kata Adrian.

    Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa pagi tercatat menguat tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.085 per USD. Mata uang Garuda belum berhasil meredam keperkasaan mata uang Paman Sam meski didukung oleh stabilnya indikator perekonomian Indonesia, seperti inflasi.

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 26 November 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka naik tipis di Rp14.084 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.077 hingga Rp14.085 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.870 per USD.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id