Sri Mulyani Dinilai Gagal Mengimplementasikan Program Jokowi

    Medcom - 30 Januari 2020 20:58 WIB
    Sri Mulyani Dinilai Gagal Mengimplementasikan Program Jokowi
    Menteri Keuangan Sri Mulyani di Komisi XI. Foto: Medcom/Eko Nordiansyah
    Jakarta: Anggota XI DPR Misbakhun menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati gagal mengimplementasikan berbagai rencana pembangunan yang dijanjikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, banyak hal tentang perekonomian nasional pada 2019 berjalan di luar skenario yang disepakati pemerintah dan DPR. 

    "Kalau kita lihat realisasi (APBN 2019) seperti ini tidak bisa menggambarkan bahwa Pak Jokowi sedang memberikan kepercayaan kepada menteri keuangan terbaik di dunia. Realisasinya bisa kita lihat defisit bertambah, penerimaan tidak tercapai," kata Misbakhun saat rapat kerja Komisi XI dan Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Januari 2020.

    Misbakhun tak ingin Jokowi dipermalukan akibat kinerja perekonomian yang buruk. Menurut dia, Sri Mulyani seharusnya bisa menunjukkan kinerja positif.

    "Saya tidak ingin Pak Jokowi yang sudah meng-hire menkeu terbaik di dunia, kemudian orang mempermalukannya. Target-target ekonominya diolok-olok oleh masyarakat, diolok-olok oleh orang lain sebagai presiden tukang utang karena utangnya bertambah dan sebagainya," beber Misbakhun. 

    Dalam rapat, Sri Mulyani menyebut realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.957,2 triliun pada 2019 atau tumbuh 0,7 persen dibandingkan 2018. Sayangnya, kata Misbkhun, terjadi defisit akibat penerimaan pajak yang hanyaRp1.331 triliun dari target  Rp1.577 triliun dalam APBN 2019. 

    Menurut Misbakhun, ada defisit sebesar Rp246 triliun yang memberikan tekanan kepada APBN 2019. Dia pun heran target penerimaan perpajakan kembali naik pada APBN 2020.

    "KADIN juga menyampaikan mereka juga mempunyai banyak pertanyaan, kenapa realisasi 2019 cuma tumbuh sekitar 1,7 persen, tetapi target berikutnya makin tinggi? Karena apa, merekalah yang akan menjadi para pembayar pajak. Sampai sekarang kita tidak menemukan strategi apa yang akan diterapkan oleh pemerintah untuk mengatasi itu," ujar dia.

    Pendapatan negara dalam APBN 2020 ditargetkan sebesar Rp2.233,2 triliun, dan belanja negara Rp2.540,4 triliun. Defisit ditargetkan Rp 307,2 triliun atau setara 1,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

    Adapun pembiayaan defisit APBN 2020 akan bersumber dari utang Rp351,9 triliun, investasi negatif Rp74,2 triliun, pemberian pinjaman Rp5,1 triliun, kewajiban penjaminan negatif Rp600 miliar, dan pembiayaan lainnya Rp25 triliun. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id