• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pelemahan Rupiah Berpotensi buat Investor Tunda Investasi

Kautsar Widya Prabowo - 12 Juli 2018 21:08 wib
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Kondisi nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi membuat investor menunda investasi ke Indonesia sebagai ladang usaha.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengaku banyak investor yang menunggu hingga kondisi rupiah kembali stabil, sehingga lebih memilih menunda investasi dan beralih ke negara lain.

"Kalau pun terjadi biasanya karena penundaan, shock dengan gejolak rupiah, terus dia menunda dulu sampai situasi lebih stabil," ujarnya di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Ia menambahkan, untuk mencuri perhatian investor, pemerintah harus menumbuhkan sentimen positif. Salah satunya dengan membuat kebijakan yang jelas. Terlebih dalam pemberian tax holiday, di mana insentif tersebut sangat digemari di negara berkembang terutama Asia.

"(Kebijakan) Jangan hitam putih, negara ini ditawari 20 tahun, (kebijakan) negara itu 30 sampai 40 tahun, harus jernih dan jelas, jangan ada abu-abunya," tambahnya.

Pihaknya pun bersama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengkaji untuk memberikan insentif baru yang ditujukan bagi pabrik, baik industri hulu maupun hilir. Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang kini tengah fokus untuk menarik investor.

"Jadi tentunya kami all out dan apresiasi langkah Presiden yang menggelar sidang kabinet untuk bahas ini selama empat jam untuk bersama cari solusi supaya bisa pertahanan laju investasi dan arus modal masuk di tengah kondisi ketidakpastian," pungkasnya.


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.