Terbesar di Dunia, RI Sudah Terbitkan Sukuk Rp1.728,71 Triliun Sejak 2008

    Eko Nordiansyah - 04 Juni 2021 11:12 WIB
    Terbesar di Dunia, RI Sudah Terbitkan Sukuk Rp1.728,71 Triliun Sejak 2008
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: tangkapan layar YouTube.



    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang turut mengembangkan sektor industri keuangan Islam. Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerbitkan global sukuk maupun sukuk hijau.

    Ia menyebutkan, penerbitan sukuk oleh pemerintah telah mencapai Rp1.728,71 triliun sejak 2008 hingga Mei tahun ini. Menurut dia, penerbitan sukuk yang dilalukan secara reguler ini membawa Indonesia sebagai negara pertama penerbit sukuk di dunia.

     



    "Tercatat dari 2008 hingga Mei 2021, total penerbitan mencapai Rp1.728,71 triliun. Indonesia pun dinobatkan sebagai negara pertama dalam daftar penerbit sukuk di dunia, diikuti oleh Saudi Arabia dan Dubai," tulis Sri Mulyani dilansir dari laman Instagram pribadinya, Jumat, 4 Juni 2021.

    Sri Mulyani menambahkan, saat ini keuangan Islam telah menjadi salah satu segmen industri keuangan global yang berkembang sangat cepat. Bahkan asetnya telah berkembang hingga tiga kali lipat dan tren positif ini diperkirakan akan terus berkembang dengan stabil mencapai lebih dari USD3 triliun di 2024.

    "Praktik keuangan Islam telah menarik perhatian beragam sektor karena keuangan Islam menggunakan konsep berbagi risiko, menempatkan keuangan pada sektor riil, dan memfasilitasi pendistribusian kembali kesejahteraan dan peluang," ungkapnya.

    Untuk merespons perkembangan yang dinilai potensial tersebut, pemerintah memiliki strategi pengembangan pasar keuangan islam yang disiapkan untuk lima tahun ke depan. Strategi ini mulai dari kebijakan, infrastruktur, hingga penguatan sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait.

    "Pertama, pengembangan produk pasar modal syariah. Kedua, penguatan dan pengembangan infrastruktur pasar modal syariah. Ketiga, penguatan tingkat literasi dan inklusi pasar modal syariah. Terakhir, penguatan sinergi dengan para stakeholders keuangan Islam," pungkas dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id