comscore

UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Perizinan Investasi via OSS Tetap Berjalan

Eko Nordiansyah - 29 November 2021 14:33 WIB
UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Perizinan Investasi via OSS Tetap Berjalan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: dok MI/Susanto.
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) akan tetap berjalan. Ia menyebut, pelaksanaan perizinan investasi tidak akan terpengaruh oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

"Pelaksaaan kegiatan perizinan berusaha atau OSS, layanan perizinan berusaha melalui OSS tetap berjalan untuk perizinan usaha baru, maupun perpanjangan," kata dia dalam video conference, Senin, 29 November 2021.
Berdasarkan UU Cipta Kerja, seluruh proses perizinan investasi yang dilakukan melalui sistem OSS, dan perizinan di daerah seluruhnya akan dibantu oleh Kementerian Investasi/BKPM. Saat ini sistem OSS juga menghubungkan proses perizinan investasi yang sebelumnya ada di 18 kementerian/lembaga.

Airlangga menambahkan, sistem OSS juga telah menerbitkan 379.051 perizinan berusaha untuk periode 4 Agustus hingga 31 Oktober 2021. Perizinan berusaha yang diterbitkan melalui sistem ini didominasi oleh usaha mikro, kemudian disusul usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar kurang dari satu persen.

"Perizinan berusaha dominan diberikan kepada usaha mikro sebanyak 357.893 perizinan atau 94,42 persen, usaha kecil sebesar 14.818 perizinan atau 3,91 persen, usaha menengah sebanyak 3.783 perizinan atau satu persen, dan usaha besar sebesar 2.557 perizinan atau 0,67 persen," jelas Airlangga.

Selain itu, ia menyebut, realisasi investasi tahun ini juga tercatat mengalami peningkatan 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bahkan Kementerian Investasi/BKPM mencatat sejak Januari hingga September realisasi investasi telah mencapai Rp659,4 triliun atau 73,3 persen dari target Rp900 triliun.

"Kemudian, jumlah penciptaan kesempatan kerja baru sebanyak 912.402 tenaga kerja, akumulasi dari kuartal I hingga kuartal III-2021, kuartal I sebesar 311.794 tenaga kerja, kuartal II sebesar 311.922 tenaga kerja, dan kuartal III sebesar 288.687 tenaga kerja," pungkasnya.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id