Realisasi Investasi di KEK Capai Rp23,1 Triliun hingga 2020

    Eko Nordiansyah - 12 Februari 2021 10:29 WIB
    Realisasi Investasi di KEK Capai Rp23,1 Triliun hingga 2020
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
    Jakarta: Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus mencapai Rp23,1 triliun sampai akhir tahun lalu. Secara keseluruhan, dari pengembangan 15 KEK telah menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp70,4 triliun.

    "Dari pengembangan KEK telah tercipta lapangan pekerjaan untuk 19.951 orang hingga akhir 2020," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, Jumat, 12 Februari 2021.

    Ketua Dewan Nasional KEK ini menambahkan realisasi investasi terbesar berasal dari KEK Galang Batang yang secara resmi beroperasi pada akhir 2018, kemudian KEK Sei Mangkei, dan juga KEK Kendal yang baru saja ditetapkan menjadi KEK pada akhir 2019.

    "Di samping menarik investasi dan penciptaan lapangan pekerja, beberapa pelaku usaha di KEK telah melakukan produksi dan berkontribusi menyumbang devisa negara melalui ekspor yang sudah dilakukan ke lebih dari 30 negara senilai Rp5,2 triliun pada 2020," ungkapnya.

    Meski demikian, pandemi yang terjadi sejak awal 2020 menjadi tantangan besar bagi para pengelola KEK untuk menghadirkan pelaku usaha ke dalam kawasannya yang tercermin dari realisasi investasi tahun lalu. Pembatasan operasional dan pelarangan perjalanan internasional juga secara signifikan berpengaruh pada kinerja KEK.

    Selain tantangan tersebut, beberapa isu dalam pengembangan KEK juga dibahas dalam rapat evaluasi ini, mulai dari permasalahan dari sisi badan usaha pengelola, dukungan dari pemerintah (baik dari daerah dan pusat) yang perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing pihak sesuai kewenangannya.

    "Dengan komitmen dukungan dari berbagai komponen tersebut dan telah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, diharapkan dapat semakin meningkatkan daya saing KEK untuk menghadirkan investasi, sehingga dapat menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," pungkas dia.

    Saat ini total ada 15 KEK yang terdiri dari sembilan KEK industri dan enam KEK pariwisata. Mulai dari KEK Arun Lhokseumawe Aceh, KEK Sei Mangkei Sumatera Utara, KEK Tanjung Api-Api Sumatera Selatan, KEK Galang Batang Kepulauan Riau, KEK Tanjung Kelayang Kepulauan Bangka Belitung, dan KEK Tanjung Lesung Banten

    Kemudian ada KEK Mandalika Nusa Tenggara Barat, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Kalimantan Timur, KEK Palu Sulawesi Tengah, KEK Bitung Sulawesi Utara, KEK Morotai Maluku Utara, KEK Sorong Papua Barat, KEK Singhasari Jawa Timur, KEK Likupang Sulawesi Utara, dan KEK Kendal Jawa Tengah.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id