Stimulus Program PEN Diharapkan Mampu Dongkrak Pemulihan Ekonomi

    Eko Nordiansyah - 04 Mei 2021 20:02 WIB
    Stimulus Program PEN Diharapkan Mampu Dongkrak Pemulihan Ekonomi
    Ekonomi Indonesia. Foto : MI.



    Jakarta: Pemerintah mencatat realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp155,63 triliun atau 22,3 persen dari pagu Rp699,43 triliun hingga akhir April 2021. Stimulus dalam program PEN diyakini akan mendukung tren pemulihan ekonomi yang sudah mulai terlihat awal tahun ini.

    Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menyebut bahwa tren pemulihan ekonomi nasional Indonesia saat ini sudah mulai membaik. Hal itu seiring dengan proses vaksinasi yang telah dan terus dilakukan pemerintah kepada masyarakat Indonesia.






    "Pandemi inilah sebenarnya yang harus kita tangani dulu. Dalam perjalanan setahun kita itu menghadapi pandemi, ini sudah mulai kelihatan trennya," kata dia dalam webinar 'Menakar Efektivitas Stimulus Ekonomi dalam Mengungkit Perekonomian di Masa Pandemi', Selasa, 4 Mei 2021.

    Menurutnya, konsumsi masyarakat yang mulai naik didukung oleh realisasi penyaluran stimulus pemerintah, misalnya bantuan sosial, insentif di bidang kesehatan, korporasi, stimulus di bidang fiskal perpajakan, hingga transfer daerah dalam program PEN.

    Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyebut, dunia sudah kembali berproduksi lagi saat memasuki 2021. Berdasarkan Survei oleh bank sentral, terjadi perbaikan dunia usaha pada periode kuartal I dan awal kuartal II tahun ini.

    "Meski belum melakukan investasi, adanya kelonggaran kebijakan dari pemerintah, seperti pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membuat dunia usaha kembali bergairah. Kami berharap korporasi mulai mengajukan kredit ke perbankan," ungkapnya.

    Ia menambahkan, penurunan suku bunga acuan BI juga memberi ruang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit dengan bunga yang rendah. Dengan kondisi ini, Doddy menilai sudah saatnya para pelaku usaha maupun korporasi untuk mulai melakukan pinjaman di perbankan.

    "Jadi artinya ini positif. Sehingga harusnya kalau dalam suku bunga dasar kredit yang turun ini tentunya akan memberikan insentif kepada borrowers terhadap pelaku maupun korporasi untuk memulai start berpikir untuk melakukan pinjaman pada perbankan," tambah dia.

    Kepala Grup Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Enrico Hariantoro menyebut, saat ini sudah ada tanda pemulihan ekonomi. Bahkan OJK selalu berupaya mendukung  program PEN melalui berbagai kebijakan stimulus lanjutan.

    Ia melanjutkan, saat ini tingkat restrukturisasi kredit secara year on year (yoy) dan month to month (mtm) semakin melandai. Hal tersebut, menurut Enrico, menunjukkan sebagian dari debitur yang mendapatkan fasilitas restrukturisasi, semakin membaik kondisinya.

    "Kami tentunya tidak ingin restrukturisasi kredit berlangsung berkepanjangan, karena ini juga tidak sehat. Kita tahu ini adalah obat sementara, stimulus sementara, dan nanti pada saatnya kondisi sudah normal semua akan kembali dengan peraturan yang dikondisikan seperti normal," pungkasnya.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id