Anggaran PEN Naik Lagi, Nyaris Rp700 Triliun

    Eko Nordiansyah - 23 Februari 2021 14:44 WIB
    Anggaran PEN Naik Lagi, Nyaris Rp700 Triliun
    Ilustrasi anggaran pemulihan ekonomi RI - - Foto: Antara/ Akbar Nugroho
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menambah alokasi anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 menjadi sebesar Rp699,43 triliun. Alokasi ini lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp579,8 triliun.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran program PEN tahun ini kembali meningkat dan nyaris mencapai Rp700 triliun. Padahal sebelumnya anggaran PEN 2021 adalah Rp688,33 triliun atau meningkat dari alokasi Rp627,9 triliun.

    "Kalau kita lihat 2021, desain dari PEN mengalami modifikasi. Kesehatan melonjak tinggi karena tim kesehatan pusat dan daerah dan antara kementerian sudah memiliki program baik 3T dan vaksinasi," katanya dalam video conference di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.

    Untuk anggaran kesehatan, pemerintah mengalokasikan sebesar Rp176,3 triliun. Jumlah ini mengalami lonjakan signifikan dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp63,5 triliun. Kenaikan ini terjadi karena kebutuhan penanganan covid-19 dari sisi kesehatan juga meningkat.

    Kemudian, pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial Rp157,4 triliun. Sri Mulyani mengatakan, pemerintah tetap melanjutkan sejumlah program perlindungan sosial bagi masyarakat yang pada 2020 realisasinya sebesar Rp220,4 triliun.

    "Untuk perlindungan sosial tetap kita pertahankan terutama untuk 40 persen masyarakat di bawah. Namun tambahan-tambahan belanja sosial yang sifatnya extraordinary sudah mulai kita face out," ungkapnya.

    Untuk dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pembiayaan korporasi, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp186,8 triliun, insentif usaha dan pajak Rp53,9 triliun, dan program prioritas Rp125,1 triliun


    "Untuk 2021 fokus kita adalah pemulihan untuk UMKM dan korporasi, maka insentif usaha tetap kita jaga, pertahankan, dan diperpanjang hingga Juli. Dukungan UMKM dan korporasi meningkat terutama untuk mengakselerasi aktivitas ekonomi dan terlihat program prioritas sekarang melonjak menjadi Rp125 triliun," jelas dia.

    Ia menambahkan pergeseran anggaran PEN tahun ini memang disebabkan tantangan yang dihadapi serta fokus pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional. Meski begitu, Sri Mulyani menjamin pergeseran anggaran ini tidak akan mengurangi proteksi terhadap masyarakat.

    "Kalau nanti kita lihat pemulihan ekonomi sudah mulai akseleratif, maka dengan sendirinya akan terjadi kesempatan kerja baru, tercipta demand supply mulai normal, maka dia akan bisa menciptakan tadi, penerimaan pendapatan bagi masyarakat dan termasuk untuk UMKM," pungkasnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id