comscore

Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR015, Bisa Investasi Mulai Rp1 juta

Eko Nordiansyah - 20 Agustus 2021 13:59 WIB
Pemerintah Tawarkan Sukuk Ritel SR015, Bisa Investasi Mulai Rp1 juta
Ilustrasi pembelian sukuk ritel - - Foto: dok MI
Jakarta: Pemerintah resmi membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR015 kepada investor individu Warga Negara Indonesia (WNI). Instrumen investasi ini dinilai sangat terjangkau dengan minimal pembelian Rp1 juta hingga maksimum RP3 miliar.

Dilansir dari keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Jumat, 20 Agustus 2021, masa penawaran SR015 ini akan berlangsung mulai hari ini sampai dengan 15 September 2021.
SR015 memiliki tenor tiga tahun, dan menawarkan tingkat imbalan/kupon tetap sebesar 5,10 persen per tahun. SR015 ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable) mulai 11 Desember 2021 dan hanya dapat diperdagangkan antar investor domestik.

Tujuan penerbitan SR015 adalah untuk menyediakan alternatif investasi yang aman, menguntungkan dan likuid bagi masyarakat, serta melakukan diversifikasi instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, SR015 diharapkan memperluas basis investor di pasar domestik, mendukung pengembangan pasar keuangan syariah, dan memperkuat pasar modal Indonesia dengan mendorong transformasi masyarakat dari saving-oriented society menuju investment-oriented society.

"Melalui penjualan secara online, diharapkan juga dapat mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel terutama untuk generasi milenial serta mendukung terwujudnya keuangan inklusif," tulis keterangan tersebut.

Proses pemesanan pembelian SR015 dilakukan secara online melalui empat tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan setelmen. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Masyarakat yang berminat membeli Sukuk Ritel seri SR015 dapat menghubungi/mendatangi 30 Mitra Distribusi (Midis) yang telah ditunjuk oleh pemerintah, yaitu Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, Bank Commonwealth, Bank Danamon Indonesia, Bank DBS Indonesia, Bank HSBC Indonesia, dan Bank Mandiri.

Kemudian ada Bank Maybank Indonesia, Bank Mega, Bank Negara Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank UOB Indonesia, Citibank, Standard Chartered Bank, Bank Syariah Indonesia, serta Bank Muamalat.

Selain perbankan, ada juga Bahana Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, Bareksa Portal Investasi, Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+), Star Mercato Capitale (Tanamduit), Investree Radhika Jaya, Lunaria Annua Teknologi (Koinworks), dan Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id