Sri Mulyani: Reformasi Perpajakan Harus Dukung Kesetaraan Gender

    Eko Nordiansyah - 19 Juni 2021 15:12 WIB
    Sri Mulyani: Reformasi Perpajakan Harus Dukung Kesetaraan Gender
    Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: AFP.



    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kebijakan dan administrasi pajak suatu negara dapat mendorong pencapaian tujuan kesetaraan gender dengan mengubah karakteristik sosial ekonomi masyarakat. Untuk itu, reformasi perpajakan yang disusun saat ini akan menempatkan kesetaraan gender sebagai salah satu perspektifnya.

    Hal ini disampaikannya dalam Webinar Platform for Collaboration on Tax (PCT)Tax & SDGs Event Series: Tax and Gender Workshop. Menurut Sri Mulyani, sistem perpajakan yang kuat dapat menghasilkan dana tambahan untuk program-program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan laki-laki.

     



    "Dalam merancang reformasi perpajakan, kami juga menempatkan perspektif dan peran perempuan dalam konteks kesetaraan gender. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam merancang reformasi perpajakan ini," kata dia dilansir dari laman resmi Kemenkeu, Sabtu, 19 Juni 2021.

    Pertama, ia menyebut, perlu adanya pengembangan kebijakan pajak yang sensitif gender. Kebijakan perpajakan perlu dirancang dengan memperhitungkan perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kebutuhan sosial yang berbeda, sehingga ada kesetaraan gender.

    "Kedua, bagaimana model penawaran tenaga kerja yang dinamis untuk negara berkembang dalam hal ini Indonesia, yang menunjukkan perbedaan sensitivitas perpajakan terhadap penawaran tenaga kerja di mana perempuan cenderung lebih sensitif terhadap pajak yang mempengaruhi upah mereka," ungkapnya.

    Sri Mulyani menambahkan, penelitian ini menunjukkan bahwa tarif pajak yang sama memiliki implikasi yang berbeda antara tenaga kerja perempuan dengan tenaga kerja laki-laki. Dengan begitu, menurutnya, hal ini harus menjadi pertimbangan dalam merancang kebijakan pajak.

    "Ketiga, kita perlu juga mengedukasi pendidikan pajak mulai dari usia dini. Saya meminta Dirjen Pajak untuk berkunjung ke sekolah memberikan literasi dan pengetahuan dasar tentang perpajakan," pungkas dia.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id