Menkeu Buka Pikiran Mahasiswa soal Utang Indonesia

    Daviq Umar Al Faruq - 10 Oktober 2019 16:24 WIB
    Menkeu Buka Pikiran Mahasiswa soal Utang Indonesia
    Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan orasi ilmiah kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). FOTO: Medcom.id/Daviq Umar.
    Malang: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan masalah utang di Indonesia kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

    Menkeu menjelaskan masalah utang tersebut setelah mendapat sebuah pertanyaan dari salah seorang mahasiswa UMM yang menyebutkan bahwa Indonesia darurat utang.

    "Indonesia darurat utang, indikatornya apa? Kalau mahasiswa mudah dihasut, lalu bilang Indonesia darurat utang, mahasiswa tidak bisa melihat data, membandingkan, dan menganalisa. Maka kalian bukan mahasiswa," katanya saat mengisi Orasi Ilmiah di Gedung Dome UMM, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Sri Mulyani kemudian menjelaskan sebagian utang yang dilakukan pemerintah untuk menutup Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih besar dibanding pendapatan. Jumlah APBN saat ini telah mendekati Rp2.500 triliun.

    "Hasil utang sebagian untuk Rp2.500 triliun APBN kita, sebagian untuk bangun infrastruktur Rp400 triliun, Rp508 triliun untuk pendidikan, Rp132 triliun untuk kesehatan, Rp300 triliun untuk mengurangi kemiskinan, dan Rp200 triliun lebih untuk birokrasi," bebernya.

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan mahasiswa saat ini seharusnya berpikir kritis dalam menganalisa keuangan negara. Salah satunya dengan membandingkan indikator-indikator yang ada hingga mempelajari data dan riset.

    "Jadi kalau Anda punya analitical thinking dan critical thinking, jangan hanya mendengar yang Anda ingin dengar sendiri. Saya akan sangat menyayangkan mahasiswa. Meskipun jurusan Sospol, tidak mencegah Anda untuk bisa membaca data," tegasnya.

    Menkeu pun membandingkan dirinya saat masih menjadi mahasiswa di era 1980 silam. Mahasiswa saat itu diakuinya sangat kesulitan untuk mengakses data keuangan negara secara lengkap.

    "Jadi baca data, pelajari. Kalau perlu bergaul sama anak-anak ekonominya. Kalau perlu tidak hanya di anak UMM, pergi ke ekonomi Universitas Brawijaya (UB). Duduk, baca data, lihat sebagai seorang intelektual. Baca semua data, baca semua riset. Baru kalian ngomong, debat disitu," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id