Stimulus Fiskal Bisa Tangkal Dampak Korona ke Ekonomi RI

    Eko Nordiansyah - 05 Februari 2020 15:47 WIB
    Stimulus Fiskal Bisa Tangkal Dampak Korona ke Ekonomi RI
    Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih Mari Elka Pangestu - - Foto: Medcom.id/ Eko Nordiansyah
    Jakarta: Direktur Pelaksana Bank Dunia terpilih Mari Elka Pangestu menyebut dampak korona bisa dicegah dengan stimulus fiskal. Pasalnya, virus mematikan tersebut menambah ketidakpastian global dan memengaruhi perekonomian Indonesia.

    Jika ekonomi Tiongkok mengalami perlambatan satu persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan tertekan 0,3 persen. "Tergantung dari stimulus fiskal, juga dampak dari virus korona dan kelihatan dampak yang sudah terasa ke pariwisata ya," kata dia ditemui di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.

    Ia menjelaskan penyebaran virus korona paling berdampak terhadap sektor pariwisata meski sektor tersebut belum berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sumbangan pariwisata hanya sekitar empat persen, jika ditambah transportasi andilnya bisa mencapai delapan persen.

    "Dari segi dampak langsung ke tourism ada tapi tidak terlalu besar, yang lebih besar dampaknya kalau pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun. Karena jalurnya masuk dari permintaan komodti dan harga komoditi seperti batu bara dan kelapa sawit," ungkapnya.

    Di sisi lain, penyebaran virus korona bisa memiliki dampak positif dan negatif bagi Indonesia. Bukan hanya disrupsi terhadap rantai pasok perdagangan dari Tiongkok, tetapi juga peluang Indonesia yang bisa mengambil untung.

    Misalnya, pada saat wabah SARS beberapa tahun lalu Indonesia mendapat keuntungan dengan pengalihan berbagai produksi dari Tiongkok ke Indonesia. Kondisi saat itu serupa dengan mewabahnya virus korona lantaran membuat perpindahan orang maupun barang menjadi terhambat.

    "Karena semua orang takut, perpindahan barang dan orang stop. Akhirnya waktu itu untuk bisa barbie doll, boneka barbie akhirnya produksinya di pindah ke Indonesia. Mereka punya pabrik di Tiongkok dan Indonesia dan akhirnya produksinya di pindah ke Indonesia dan ekspor ke AS," pungkas dia.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id