2 Alasan Tekanan Eksternal Tetap Tinggi Meski Kondisi Domestik Mulai Pulih

    Husen Miftahudin - 19 April 2021 15:53 WIB
    2 Alasan Tekanan Eksternal Tetap Tinggi Meski Kondisi Domestik Mulai Pulih
    Ekonomi Indonesia. Foto : MI.



    Jakarta: Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) membeberkan dua alasan utama tekanan eksternal tetap tinggi meskipun kondisi domestik sudah mulai pulih. Pertama, pasar sudah memperkirakan ekspektasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) di Maret.

    "Kedua, pasar saat ini mengoreksi ekspektasi setelah memperkirakan kenaikan suku bunga Fed yang dipercepat sebagai akibat dari kinerja ekonomi yang solid," ungkap Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky dalam rilis Analisis Makroekonomi Edisi April 2021, dikutip Senin, 19 April 2021.






    Adapun pada akhir Maret 2021, rupiah terdepresiasi terhadap USD menjadi Rp14.572, turun 2,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan mencapai level terendah sejak November 2020. Pelemahan rupiah terutama didorong oleh sektor eksternal, seiring dengan penandatanganan stimulus fiskal sebesar USD1,9 triliun oleh Presiden AS Joe Biden dalam sebulan terakhir.

    Selain itu, awal bulan ini Biden meluncurkan rencana belanja infrastruktur senilai USD2 triliun yang sebagian besar akan dibiayai oleh kenaikan pajak perusahaan. Ekspektasi pertumbuhan ekonomi juga lebih tinggi sebagai hasil dari kemajuan pesat pada program vaksinasi AS dengan sekitar 39 persen populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin dan angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan sebesar 0,6 persen (mtm) pada Maret 2021.

    Di pasar modal, umumnya berita ekonomi yang positif akan meningkatkan profil risiko investor akan memicu aksi jual obligasi pemerintah dan imbal hasil akan berada pada level yang lebih tinggi atau naik lebih lanjut. Hal ini berlaku selama paruh kedua Maret 2021 ketika imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10-tahun naik ke 1,8 persen, level tertinggi sejak Januari 2020.

    "Pada pertengahan April 2021, meskipun terdapat pengumuman penjualan ritel yang membaik, yang meningkat 9,8 persen pada Maret 2021 dan klaim awal asuransi pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan, imbal hasil Treasury AS tenor 10-tahun secara bertahap turun dan akhirnya mencapai 1,59 persen pada 16 April," urai Riefky.

    Bagi Indonesia, lonjakan imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10- tahun menggeser minat investor untuk instrumen safe haven, mendorong investor untuk menarik modal keluar dari pasar negara berkembang. Akibatnya, USD menguat dan terjadi peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah di mana imbal hasil obligasi 10 tahun naik 22 bps menjadi 6,81 persen pada akhir Maret 2021 dibandingkan dengan 6,59 persen pada akhir Februari 2021.

    Lebih lanjut Riefky menjelaskan bahwa pemulihan sektor riil dikombinasikan dengan penurunan imbal hasil obligasi domestik yang saat ini menjadi 6,59 persen pada pertengahan April menyebabkan penurunan credit default swap (CDS) menjadi 148,74 pada pertengahan April dari 153,89 pada akhir Maret. Hal ini menunjukkan persepsi risiko yang lebih rendah oleh investor global.

    Sementara itu, pada akhir Maret 2021 cadangan devisa turun tipis menjadi USD137,1 miliar, turun USD1,7 miliar dari USD138,8 miliar pada Februari 2021. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri.

    "Meski sedikit menurun, tingkat cadangan devisa saat ini dinilai cukup kuat untuk mengatasi tekanan eksternal saat ini, yang setara dengan pembiayaan 10,1 bulan impor atau 9,7 bulan impor dan utang pemerintah," pungkas Riefky.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id