Per 10 November, Realisasi PMN Sudah Mencapai Rp16,95 Triliun

    Despian Nurhidayat - 16 November 2020 22:10 WIB
    Per 10 November, Realisasi PMN Sudah Mencapai Rp16,95 Triliun
    Foto: AFP.
    Jakarta: Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmawarta mengatakan bahwa realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) per 10 November 2020 sudah mencapai Rp16,95 triliun.

    Secara rinci, realisasi ini sudah dilakukan untuk beberapa BUMN dan lembaga di antaranya ialah PT Hutama Karya (Persero), PT PLN (Persero), PT Permodalan Nasional Madani atau PNM (Persero), PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF (Persero), PT Geo Dipa Energi (Persero), dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

    "Realisasinya untuk Hutama Karya sudah dicairkan Rp3,5 triliun, kemudian PLN Rp5 triliun, PNM Rp1, triliun. SMF ada Rp1,75 triliun, memang tadinya dianggarkan Rp2 triliun lebih, namun dalam rangka PEN kami koreksi jadi Rp1,75 triliun dan ini sudah dicairkan. Untuk Geo Dipa Energi Rp700 miliar itu sudah dicairkan untuk pengembangan Dieng 2 dan Patuha 2," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Senin, 16 November 2020.

    Lebih lanjut, Isa menambahkan dalam PMN 2020 ini dikatakan ada penambahan anggaran yang disampaikan melalui KMK 500/2020 untuk LPEI, HK, PNM, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atau PII (Persero) dan PT Bio Farma (Persero). Untuk LPEI, Isa mengatakan bahwa terdapat dua batch dalam alokasi PMN 2020 ini.

    Batch pertama LPEI sudah menerima Rp5 triliun untuk mendukung permodalan bisnis biasa dan bisnis NIA (National Interest Account). Pemerintah juga dikatakan akan menambahkan Rp5 triliun kepada LPEI yang akan dicairkan pada akhir bulan ini atau bulan depan.

    Sementara itu, Hutama Karya juga dikatakan akan menerima tambahan PMN 2020 dari anggaran PEN sebesar Rp7,5 triliun. Untuk PNM juga dikatakan akan mendapat tambahan sebesar Rp1,5 triliun yang saat ini masih dalam proses pencairan.

    "Untuk BPUI ada dua batch, pertama ini adalah nontunai Rp268 miliar untuk konversi utang piutang negara menjadi saham, tambahan modal pemerintah pada BPUI dan batch kedua Rp6 triliun tunai untuk support Jamkrindo dan Askrindo untuk penjaminan UMKM. Jadi ini juga belum, rencananya akhir bulan ini atau awal bulan depan," kata Isa.

    Terakhir untuk PII dan Bio Farma, lanjut Isa, akan mendapatkan penambahan alokasi PMN yakni Rp1,57 triliun untuk PII dan Rp2 triliun untuk Bio Farma yang akan dicairkan pada akhir bulan ini atau bulan depan.

    "Kami merencanakan untuk menambahkan PMN untuk LPEI dan PII, karena keduanya diminta untuk menjalankan penjaminan untuk korporasi. Untuk Bio Farma sebelumnya sudah disampaikan dan rencananya PMN 2021. Tapi karena ada kebutuhan untuk dipercepat, ini rencananya akan kami update lagi," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id