Potensi Dana Wakaf RI Capai Rp217 Triliun

    Husen Miftahudin - 09 Oktober 2020 06:45 WIB
    Potensi Dana Wakaf RI Capai Rp217 Triliun
    Foto: AFP.
    Jakarta: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman menyampaikan potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp217 triliun atau sekitar 3,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk itu, pemerintah harus bisa memaksimalkan potensi wakaf tersebut.

    "Ini bagaimana kita bisa gali potensi tersebut. Ini akan tetap jadi potensi selama itu belum direalisasikan," ujar Luky dalam High Level Seminar on Waqf secara virtual di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Luky mengakui upaya untuk memaksimalkan potensi wakaf tersebut merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan otoritas terkait. Namun demikian, hal tersebut tetap membutuhkan dukungan langsung dari seluruh masyarakat.

    Oleh karena itu, sambung Luky, ke depannya pemerintah akan tetap berkomitmen untuk selalu mengembangkan penerbitan instrumen investasi guna membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), utamanya pada masa pandemi covid-19 seperti saat ini.

    Terkait hal ini pemerintah akan menerbitkan sukuk negara berbasis wakaf uang atau Cash Waqf Link Sukuk (CWLS) seri ritel. Sukuk wakaf ritel tersebut akan mengakomodasi pewakaf uang individu yang ingin beribadah sekaligus membangun negeri.

    "Besok dijadwalkan kita luncurkan CWLS ritel. Mulai 9 Oktober sampai dengan 12 November 2020 nanti, masyarakat bisa beli (wakaf ritel)," ucap Luky.

    Masyarakat dapat mengakses CWLS ini melalui empat bank mitra distribusi yang juga Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Keempatnya adalah BRI Syariah, BNI Syariah, Mandiri Syariah, dan Bank Muamalat.

    "Kita menggandeng mitra distribusi bank syariah karena bisa menjangkau langsung wakaf potensial tersebut," ungkap dia.

    Penerbitan CWLS seri ritel ini khusus individu ini Kemenkeu bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Kementerian Agama (Kemenag), dan lembaga lainnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id