Pelaku Ekonomi Yakin Situasi Kembali Kondusif

    23 Mei 2019 10:36 WIB
    Pelaku Ekonomi Yakin Situasi Kembali Kondusif
    Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
    Jakarta: Para pelaku usaha atau ekonomi meyakini bahwa aparat keamanan dapat segera memulihkan kondisi keamanan yang sedikit terganggu akibat kegiatan demonstrasi yang ditujukan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam dua hari terakhir.

    Sejauh ini para pelaku pasar masih merasa bahwa kericuhan yang terjadi di beberapa tempat di Jakarta belum menimbulkan dampak signifikan bagi usaha mereka.

    Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Rachmat Hidayat mengungkapkan industri makanan dan minuman belum terdampak aksi massa.

    "Walaupun ada pengaruhnya karena penurunan pengunjung dan penjualan di toko-toko ritel, itu tidak terlalu signifikan. Kami yakin aparat keamanan dapat membuat situasi kembali kondusif secepatnya," tutur Rachmat di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.

    Hal senada juga dikemukakan Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono. Meski mengaku prihatin dengan adanya kericuhan di beberapa titik di Jakarta, ia cukup yakin akan kemampuan aparat keamanan untuk segera memulihkan situasi.

    "Tentunya kita berharap ke depannya hal ini tidak mengganggulah. Kami cukup yakin prospek ke depan khususnya transportasi darat masih sangat baik," tandasnya.

    Berdampak Sementara

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan bahwa adanya demonstrasi tidak banyak berdampak terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

    "Kalau cuma begitu, ya enggak terlalu besar (dampaknya). Paling-paling soal investasi ada yang lihat-lihat dulu. Tapi mestinya setelah melihat bagaimana kejadiannya, tidak akan banyak artinya," kata Darmin di kantornya, Rabu, 22 Mei 2019.

    Terkait nilai tukar rupiah yang tertekan, Darmin menilai itu hanya respons dari sentimen pasar. Sentimen pasar bukanlah sesuatu yang riil. "Itu namanya euforia pasar. Pasar itu suka sentimental aja. Jadi, besok juga ada koreksinya," kata Darmin.

    Ia pun memastikan bahwa kondisi perekonomian masih dalam kondisi yang baik. "(Secara keseluruhan) Baik-baik saja," pungkasnya.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menilai bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp14.500 per USD tidak hanya dikontribusikan dari situasi dalam negeri.

    "Suasana saat ini di lingkungan global kebetulan juga ada eskalasi dari hubungan Amerika Serikat-Tiongkok di bidang perdagangan yang menimbulkan ketidakpastian atau anxiety, kegamangan secara global. Jadi, faktor itu sendiri juga memengaruhi dari sisi globalnya," ujarnya.

    Meski demikian, Sri Mulyani berharap agar masyarakat secara keseluruhan dapat bersikap tenang dan kondisi dapat segera dipulihkan. Bila kondisi ini berlarut-larut, akan menimbulkan kerugian karena membuat ekonomi yang biasa tumbuh tinggi saat Lebaran dapat terhambat.

    "Kalau terjadi situasi seperti ini (demonstrasi terus-menerus), tentu akan mengurangi dampak positif dari kondisi Ramadan dan menjelang Idulfitri nantinya," jelasnya.

    Kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi 11,74 poin ke level 5.936,94 merespons demonstrasi yang berakhir ricuh. (Media Indonesia)



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id