comscore

Ekonomi RI Ditaksir Tumbuh 5% di Kuartal I, Ini Penopangnya!

Eko Nordiansyah - 07 Mei 2022 18:10 WIB
Ekonomi RI Ditaksir Tumbuh 5% di Kuartal I, Ini Penopangnya!
Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Foto:Medcom/ Desi Angriani.
Jakarta: Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2022 diprediksi bisa mencapai 5,04 persen secara year on year (yoy). Tingginya pertumbuhan perekonomian di tiga bulan pertama tahun ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan net ekspor.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, konsumsi rumah tangga tumbuh sekitar 4,62 persen (yoy). Ia menyebut, mobilitas masyarakat yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya mengindikasikan bahwa konsumsi masyarakat meningkat sejalan dengan pengendalian kasus covid-19.
"Dilihat dari leading indicator konsumsi pada kuartal I-2022, sebagian besar indikator konsumsi mencatatkan kondisi yang solid seperti mobilitas masyarakat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan eceran, penjualan otomotif, pertumbuhan uang beredar (M2) dan inflasi sisi permintaan," kata dia kepada wartawan, Sabtu, 7 Mei 2022.

IKK pada akhir kuartal I-2022 tercatat tetap kuat yaitu sebesar 114,6, sedikit menurun dari IKK pada kuartal IV tahun lalu sebesar 116,7. Sementara itu, penjualan eceran pada kuartal I tercatat tumbuh 8,6 persen (yoy) dengan pertumbuhan uang beredar (M2) tercatat tumbuh double digit sekitar 13,3 persen (yoy).

"Inflasi inti yang mengindikasikan sisi permintaan pada kuartal I juga menunjukkan tren kenaikan dengan laju 2,37 persen (yoy). Penjualan mobil secara ritel juga mencatatkan pertumbuhan yang positif sekitar 0,34 persen (yoy) meskipun penjualan motor cenderung terkontraksi kecil sekitar minus 2,6 persen (yoy)," ungkapnya.

Josua menambahkan, investasi juga diperkirakan akan menjadi motor penggerak perekonomian, investasi diperkirakan tumbuh 5,93 persen (yoy). Peningkatan investasi terindikasi dari beberapa leading indicator investasi antara lain impor barang modal, penjualan semen, penjualan alat berat, penjualan kendaraan komersial dan penjualan listrik PLN.

Pada kuartal I-2022, konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung melambat dengan laju pertumbuhan 1,52 persen (yoy). Perlambatan laju konsumsi pemerintah terindikasi dari kontraksi penyerapan belanja pemerintah pusat sepanjang kuartal I-2022 yang tercatat minus 10,3 persen (yoy).

"Sementara itu, net ekspor juga diperkirakan akan menopang pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 dimana kinerja ekspor secara kumulatif tercatat tumbuh 35,9 persen (yoy). Meskipun demikian, impor tercatat melambat menjadi sekitar 26 persen (yoy)," pungkas dia.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id