Terhindar dari Middle Income Trap

    Pemerintah Arahkan Ekonomi Indonesia Berbasis Manufaktur

    Angga Bratadharma - 10 November 2020 15:23 WIB
    Pemerintah Arahkan Ekonomi Indonesia Berbasis Manufaktur
    Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. FOTO: Bappenas
    Jakarta: Pemerintah berupaya agar Indonesia tidak terjebak di middle income trap atau negara berpenghasilan menengah agar cita-cita menjadi negara maju bisa terealisasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan daya saing dari segi sektor manufaktur sehingga ekonomi Indonesia lebih berbasis efisiensi atau pengolahan.

    Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia harus bercita-cita keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah. Momen yang bisa dipergunakan adalah saat memperingati 100 tahun kemerdekaan. Pada saat itu, Indonesia harus sudah berubah dari negara yang pernah dijajah menjadi negara yang sudah menyejahterakan.

    "Indonesia dapat keluar dari middle income trap pada 2035 dan menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045," kata Bambang, dalam webinar Integrated Launching & Kick Off: IBIMA Membantu Mempercepat Pemulihan Ekonomi & Industri Nasional, Selasa, 10 November 2020.

    Bambang membagi tiga fase agar Indonesia keluar dari jebakan negara berpenghasilan rendah dan nantinya menjadi negara berpendapatan tinggi. Fase pertama di 2016-2025. Pada fase ini upaya yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat struktur ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata enam persen per tahun.

    Fase kedua di periode 2026-2035. Pada fase ini upaya yang dilakukan pemerintah adalah mempercepat pertumbuhan berbasis inovasi dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata diusahakan mencapai tujuh persen per tahun. Fase ketiga di periode 2036-2045. Pada fase ini langkah yang dilakukan adalah modernisasi ekonomi berbasis kualitas dan berkelanjutan.

    "Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,3 persen per tahun (2036-2045). Kita harus memperkuat struktur ekonomi sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi yang salah satunya dengan lebih meningkatkan daya saing dari segi manufaktur. Jadi ekonomi Indonesia harus dialihkan dari yang berbasis sumber daya alam menjadi efisiensi atau pengolahan," tukasnya.

    Meski demikian, Bambang menekankan adanya inovasi yang artinya Indonesia tidak hanya bisa mengolah atau membuat produk tapi juga menjadi bangsa yang inovatif sehingga di 2045 Indonesia menjadi ekonomi modern yang berbasis kualitas dan berkelanjutan. Ekonomi berbasis inovasi itu harus dikembangkan mulai lima tahun dari sekarang.

    "Agar negara maju itu bisa terus berjalan maka kita (Indonesia) harus mengedepankan inovasi. Sebagai contoh negara yang relatif kecil dibandingkan Indonesia tapi sampai saat ini selalu menjadi dianggap negara inovatif dan kreatif yaitu Korea dan Swedia. Mereka sudah baik dan makmur tapi tidak pernah berhenti melakukan inovasi," ucapnya.

    Founder & CEO IBIMA Made Dana Tangkas menyampaikan perlu ada upaya untuk membangun industri berdikari dan sejahtera. Kemudian kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di 2030 lebih besar dari 30 persen. Kerja sama antara pihak terkait pun perlu dilakukan guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih kompeten dan berdaya saing.

    Karenanya, Made Dana mengatakan, Integrated Launching & Kick Off dilaksanakan sebagai bagian dari program IBIMA bekerja sama dengan PII–BKTI, IOI, dan pelaku usaha/industri lainnya serta kementerian dan lembaga terkait untuk menyediakan berbagai jenis bentuk kerja sama, fasilitas/infrastruktur dan pelayanan/akses multisektoral.

    "Bagi bisnis dan industri dalam membantu percepatan pemulihan kondisi perekonomian dari krisis yang terjadi saat ini serta pengembangan SDM nasional yang lebih kompeten dan berdaya saing," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id