2020, Realisasi Suntikan Pemerintah untuk BUMN Capai Rp75,94 Triliun

    Eko Nordiansyah - 08 Januari 2021 16:19 WIB
    2020, Realisasi Suntikan Pemerintah untuk BUMN Capai Rp75,94 Triliun
    Ilustrasi suntikan modal pemerintah ke BUMN - - Foto: MI/ Rommy Pujianto
    Jakarta: Pemerintah merealisasikan suntikan dana untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp75,94 triliun pada 2020. Realisasi ini terdiri dari Rp56,288 triliun Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Rp19,65 triliun pinjaman investasi dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

    Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan pemberian investasi pemerintah pada tahun lalu menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah untuk memberikan dukungan kepada BUMN.

    "Agar dapat berperan secara optimal dalam proses pemulihan ekonomi dan/atau dapat mempertahankan kualitas layanan kepada masyarakat di tengah situasi yang sulit ini," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Januari 2021.

    Terdapat dua kelompok besar PMN yang diberikan pada tahun lalu, yaitu PMN yang telah dialokasikan sebelum terjadinya pandemi covid-19 dan PMN yang dialokasikan sebagai respon kebijakan pemerintah atas situasi pandemi yang terjadi.

    PMN untuk kelompok pertama diberikan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp5 triliun, PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) sebesar Rp1,75 triliun, PT Permodalan Nasional Madani sebesar Rp1 triliun, PT Hutama Karya sebesar Rp3,5 triliun, PT Geo Dipa Energi sebesar Rp700 miliar, LPEI sebesar Rp5 triliun dan dukungan PMN non tunai kepada PT BPUI (Persero) sebesar Rp268 miliar.

    Isa menjelaskan PMN kepada BUMN/lembaga ini diberikan sebagai modal bagi masing-masing entitas dalam rangka menjalankan penugasan khusus yang diberikan pemerintah.

    "Seperti untuk mendukung pelaksanaan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dilakukan oleh PT SMF, pelaksanaan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera oleh PT Hutama Karya dan mendorong tumbuhnya ekspor nasional pada pasar ekspor baru yang dilakukan oleh LPEI," jelas dia.

    Selanjutnya, PMN yang merupakan policy respond pemerintah sebagai bagian dari program PEN diberikan kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebesar Rp6 triliun untuk penjaminan program KUR, kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp1,5 triliun untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM, kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar Rp5 triliun dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia sebesar Rp1,57 triliun untuk pelaksanaan penjaminan korporasi.

    Lebih lanjut, dialokasikan juga PMN kepada PT Hutama Karya sebesar Rp7,5 triliun dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia sebesar Rp500 miliar, untuk mempercepat pengerjaan proyek infrastruktur, yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang besar kepada perekonomian di sekitar.

    "Selanjutnya, guna pembangunan fasilitas pabrik pembuatan vaksin dan fasilitas produksi bahan baku obat primer di dalam negeri, pemerintah juga memberikan PMN kepada PT Bio Farma sebesar Rp2 triliun," ungkapnya.

    Selain itu, sebagai tindak lanjut dari pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebagai amanat dari Undang-Undang Cipta Kerja, telah diberikan dukungan PMN sebesar Rp15 triliun sebagai modal awal, yang diharapkan dapat mendorong meningkatnya arus modal yang masuk ke Indonesia, sehingga dapat mendorong tumbuhnya investasi di sektor riil dan membuka lapangan kerja baru, sehingga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia.

    Salah satu creative financing support pemerintah di 2020 kepada BUMN adalah dibentuknya skema investasi pemerintah dalam program PEN, yang antara lain dalam bentuk pinjaman kepada BUMN. Jika PMN diberikan untuk kebutuhan penguatan permodalan, maka investasi pemerintah diberikan untuk mendukung kebutuhan operasional BUMN yang terdampak hebat akibat pandemi.

    Pada 2020, investasi pemerintah diberikan kepada lima BUMN yakni PT Krakatau Steel (KRAS) sebesar Rp3 triliun, PT Garuda Indonesia (GIAA) sebesar Rp8,5 triliun, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp3,5 triliun, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) sebesar Rp650 miliar dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebesar Rp4 triliun.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id