Sri Mulyani Bakal Tagih Utang Rp110 Triliun ke 22 Obligor BLBI

    Eko Nordiansyah - 22 April 2021 19:40 WIB
    Sri Mulyani Bakal Tagih Utang Rp110 Triliun ke 22 Obligor BLBI
    Menkeu Sri Mulyani. Foto : AFP.



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menagih utang negara kepada obligor atau debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Total tagihan utang negara yang harus dibayar oleh para obligor BLBI ini mencapai Rp110 triliun.

    Ia menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan satuan tugas (satgas) yang telah sebelumnya dibentuk oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Sri Mulyani, pemerintah akan secara tegas mengambil langkah untuk mengembalikan uang negara di kasus ini.






    "Kita akan terus bersama-sama satgas, identifikasi langkah langkah untuk bisa melakukan pemulihan kembali atau pendapatan kembali dari BLBI tersebut," kata dia dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis, 22 April 2021.

    Sri Mulyani menambahkan satgas juga akan mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan untuk menagih utang atas kasus BLBI. Pasalnya dengan kondisi aset yang sudah lebih dari 20 tahun, jumlah berkas yang harus disiapkan mencapai 12 ribu dokumen.

    "Jadi dokumentasinya akan terus kita lakukan koleksi dari berbagai macam sumber dokumen yang kita dapatkan. Kami akan terus memperbaiki dari sisi informasi dan supporting dokumen yang konsisten sehingga bisa melakukan eksekusi," ungkapnya.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sebelumnya meminta obligor BLBI membayar utangnya kepada negara secara sukarela. Apalagi pemerintah telah memegang data obligor yang belum melunasi utang.

    "Akan sangat baik bila secara voluntary secara sukarela datang ke pemerintah, ke Kementerian Keuangan karena kasus di Mahkamah Agung selesai," ujar Mahfud dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 15 April 2021.
     
    Mahfud menegaskan Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI akan segera mengeksekusi tanah dan properti terkait kasus ini. Mahkamah Agung juga telah memutuskan kasus BLBI merupakan perdata bukan pidana.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id