Anggaran PEN Baru Terserap Rp386 Triliun

    Nur Azizah - 17 November 2020 19:21 WIB
    Anggaran PEN Baru Terserap Rp386 Triliun
    Ilustrasi. MI/Ramdani
    Jakarta: Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru terserap Rp386,01 triliun hingga 11 November 2020. Artinya, anggaran baru terpakai 55,5 persen dari total Rp695,2 triliun.

    Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Agung Galih Satwiko mengatakan pos yang paling banyak menyerap anggaran ialah program bantuan usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Per 11 November 2020, program ini sudah merealisasikan Rp95,62 triliun atau 83,3 persen.

    Sementara itu, pencairan terendah berasal dari blok pembiayaan korporasi. Hingga pekan kedua November 2020, program ini baru mencapai Rp2,001 triliun atau 3,2 persen.

    “Pemerintah pun berharap bisa mengoptimalkan penyerapan anggaran sampai akhir tahun 2020,” ujar Galih dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

    Galih juga membeberkan hasil refocussing dan realokasi anggaran PEN. Dari realokasi anggaran PEN, ada dua blok anggaran yang naik cukup tinggi, yakni perlindungan sosial dan kesehatan.

    Sebelum 31 Oktober 2020, anggaran perlindungan sosial ditetapkan Rp203,9 triliun. Angka ini naik Rp30,43 triliun menjadi Rp234,33 triliun setelah refocussing.

    “Ada yang naik ada yang turun, tapi total nilainya tetap sama Rp695,2 triliun. Realokasi anggaran ini sangat perlu dan sudah diusulkan ke Kementerian Keuangan dan kementerian teknis serta Satuan Tugas PEN. Terutama untuk meningkatkan efektivitas penyaluran PEN,” jelas Galih.

    Baca: Jangka Pendek, Pemerintah Terus Dorong Belanja Masyarakat

    Galih mengatakan perubahan anggaran perlindungan sosial pada PEN tersebut diikuti dengan penambahan program dari sebelumnya delapan menjadi 12 program. Sementara itu, anggaran blok kesehatan naik dari Rp87,55 triliun menjadi Rp97,26 triliun.

    Galih memaparkan salah satu anggaran kesehatan yang cukup besar berasal dari program belanja penanganan covid-19 sebesar Rp45,23 triliun. Kemudian, cadangan program vaksinasi dan perlindungan sosial 2021 senilai Rp29,23 triliun.

    “Anggaran Perlindungan Sosial dan Kesehatan naik cukup signifikan, terutama karena adanya program vaksinasi. Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa dioptimalkan,” ujar Galih.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id