Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan Dunia

    Husen Miftahudin - 19 November 2019 21:15 WIB
    Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan Dunia
    Illustrasi. Foto : MI/Irfan.
    Jakarta: The Meeting of Minds Forum (MeMinds) memilih Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan konferensi internasional dengan tema 'Menghadapi Isu-isu Global Demi Masa Depan yang Makmur dan Berkelanjutan'. Pemilihan Indonesia dalam helatan akbar konferensi global ini bukan tanpa alasan.

    Wakil Ketua Forum MeMinds Salina Nordin mengatakan Indonesia punya potensi besar terhadap pengembangan ekonomi berkelanjutan. Apalagi, Indonesia juga merupakan negara dengan ekonomi terbesar di wilayah Asia Tenggara.

    "Indonesia punya ekonomi terbesar di wilayah Asia Tenggara dengan lebih dari 270 juta populasi dan muslim sebagai mayoritas. Pesatnya pertumbuhan keuangan dan perbankan Islam, Indonesia akan menjadi acuan studi berharga bagi dunia," ujar Salina dalam konferensi pers di The Tribrata, Jalan Dharmawangsa III, Jakarta Selatan, Selasa, 19 November 2019.

    Atas dasar itu, sebut Salina, ekonomi Indonesia layak disorot dan ditiru negara-negara lain di dunia. Dari sisi pertumbuhan keuangan dan perbankan Islam di Indonesia mampu memainkan peran penting dalam membantu meraih tujuan pengembangan Bank Dunia dalam mengakhiri kemiskinan global pada 2030 mendatang.

    "Instrumen dari keuangan sosial Islam berakar dari redistribusi dan kedermawanan yang meliputi zakat dan sedekah mampu memenuhi kepentingan dasar dari kaum miskin dan membentuk keamanan sosial," urainya.

    Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan menambahkan potensi besar ekonomi Islam di Indonesia juga berasal dari wakaf. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia yang dibeberkannya, potensi wakaf uang yang ada di Indonesia mencapai Rp180 triliun per tahun.

    Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki potensi besar terhadap pengembangan tanah-tanah wakaf. Pasalnya, ada 400 ribu meter persegi tanah wakaf yang belum produktif.

    "Jadi, wakaf uang berpotensi dan wakaf tanah juga berpotensi sehingga sangat menguntungkan investor, menguntungkan modal dari luar agar potensi wakaf lahan yang sebagian besar belum produktif yang terletak di berbagai wilayah di Indonesia bisa diproduktifkan," tuturnya.

    Imam bilang wakaf merupakan instrumen syariah yang potensinya luar biasa. Apalagi instrumen wakaf itu bisa digunakan untuk mendukung berbagai penyediaan kebutuhan sosial masyarakat demi pembangunan berkelanjutan.

    "Instrumen dari wakaf ini ideal untuk pembentukan dan pemeliharaan aset yang akan menjamin alur pendapatan sehingga mampu mendukung penyediaan pendidikan, kesehatan, dan upaya sosial lainnya," pungkas Imam.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id