Laporan Moody's Bukti Ekonomi RI Stabil

    Eko Nordiansyah - 12 Februari 2020 09:20 WIB
    Laporan Moody's Bukti Ekonomi RI Stabil
    Gedung Kementerian Keuangan. Foto: Setkab
    Jakarta: Kementerian Keuangan menilai peringkat utang Indonesia pada posisi Baa2 dengan outlook stable menunjukkan fokus pemerintah dalam menjaga stabilitas di tengah gejolak global. Peringkat utang Indonesia  masuk dalam kategori investment grade sejak Januari 2012.

    Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan reformasi struktural dan fiskal juga dipandang memberikan hasil positif.

    "Pengumuman Moody’s ini juga menunjukan adanya kepercayaan yang tinggi dari dunia internasional kepada perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global," katanya dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Menurutnya apresiasi dari lembaga internasional terkemuka tersebut terhadap kinerja perekonomian Indonesia memiliki peran penting untuk mewujudkan APBN yang lebih sehat, adil, dan mandiri, serta perannya dalam perbaikan perekonomian Indonesia secara umum.

    Namun demikian, pemerintah menyadari masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan. Pemerintah telah dan akan terus melakukan langkah-langkah proaktif untuk mewujudkan hal tersebut, melalui pengelolaan APBN dan kebijakan fiskal yang kredibel dan efektif.

    "Selanjutnya, peranan dari berbagai pihak dan masyarakat luas juga sangat penting dalam mewujudkan perekonomian yang lebih inklusif ke depan," jelas dia.

    Dalam laporannya, Moody’s menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil, kebijakan fiskal yang baik dan pengelolaan yang pruden, dengan tingkat beban utang pemerintah dan defisit APBN yang rendah merupakan faktor positif bagi peringkat utang Indonesia. Moody’s juga menggarisbawahi komitmen pemerintah dalam keberlanjutan reformasi struktural dan fiskal yang baik dan konsisten.

    Lebih lanjut, Moody’s juga menilai defisit APBN yang rendah menciptakan beban utang pemerintah yang juga rendah yaitu sekitar 30 persen dari PDB pada 2019, jauh di bawah rata-rata negara-negara peers yaitu 47,3 persen. Penilaian positif juga diberikan Moody’s atas posisi defisit transaksi berjalan Indonesia yang juga berada di bawah negara-negara peers. Selain itu, Indonesia dinilai mempunyai buffer yang memadai untuk menghadapi tantangan global.

    Di sisi lain, Moody’s melihat adanya risiko yang dapat timbul dari faktor lingkungan dan geografis Indonesia. Dampak yang mungkin ditimbulkan antara lain penurunan produksi pertanian, kerusakan infrastruktur dan properti.

    Terdapat beberapa faktor yang dinilai Moody’s dapat mendorong peningkatan peringkat utang Indonesia ke depan, yakni kebijakan fiskal berkelanjutan, potensi peningkatan penerimaan negara, peningkatan pendapatan per kapita, serta pendalaman pasar keuangan dan peningkatan daya saing.

    Adapun posisi peringkat utang terakhir Indonesia dari sejumlah lembaga pemeringkat utang adalah Moody's /Baa2/Stable, Fitch/BBB/Stable, S&P/BBB-/Stable, Japan Credit Rating Agency/BBB+/Stable, serta Rating & Investment/BBB/Stable.
     



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id