Kondisi Pandemi, Tidak Perlu Memikirkan Resesi

    Media Indonesia - 21 Agustus 2020 11:35 WIB
    Kondisi Pandemi, Tidak Perlu Memikirkan Resesi
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan dalam kondisi saat ini tidak perlu memikirkan resesi atau tidak, karena perekonomian global saat ini memang sedang mengalami masa sulit sebagai dampak wabah covid.

    Saat ini, ekonomi dunia sedang jatuh dalam resesi karena terjadi di 105 negara sudah resesi hingga dua kuartal ekonomi turun dan semakin dalam.

    "Resesi atau tidak resesi saya rasa tidak terlalu relevan dalam kondisi sekarang. Namun yang perlu kita lihat seperti Tiongkok pada kuartal I sempat negatif enam persen, namun saat ini pertumbuhan ekonominya sudah mencapai tiga persen atau negara lainnya yang menunjukkan peningkatan perekonomian negaranya," kata Airlangga saat diskusi daring Mengatasi Pandemi dan Mencegah Krisis Ekonomi, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 21 Agustus 2020.

    Ekonomi Indonesia kuartal I-2020 hanya menyentuh 2,97 persen lalu anjlok ke minus 5,32 persen. Meski begitu jika dilihat indikator positif sudah terlihat seperti perdagangan yang sudah surplus di kuartal III mencapai USD3,26 miliar ini didorong sektor industri yang besarnya 82 persen.

    Baca: Ancaman Resesi Masih Ada, Ekonomi 2020 Diprediksi Negatif

    "Artinya dunia mulai sudah terlihat dari berbagai chart terburuknya Maret-April seperti IHSG, harga minyak, hingga nilai tukar rupiah. Setelah itu ada rebound rupiah juga lebih stabil," ujar Airlangga.

    "Kemudian rencana pertumbuhan (perekonomian) kita yang akan dibahas di DPR itu prediksinya sampai akhir Desember itu mudah-mudahan bisa di atas nol persen atau 0,25 persen. Tentunya ini akan lebih baik dibandingkan negara maju lainnya," tambah politisi Partai Golkar tersebut.

    Perekonomian Inggris sendiri hingga desember diprediksi negatif 9,5 persen, Malaysia negatif 3,2 persen, Thailand negatif 5,7 persen, dan Jerman negatif 6,2 persen. Oleh karena itu, beberapa langkah sudah diambil pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tidak mendorong perekonomian minus lebih dalam.

    Selain itu pemerintah membuat stimulus hingga 2021, pemerintah melihat situasi pandemi ini sebagai multi years sehingga vaksin diharapkan bisa ditemukan tahun depan.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id