Covid-19 Jadi Tantangan Selesaikan Investasi Mangkrak

    Antara - 16 Juni 2020 18:44 WIB
    Covid-19 Jadi Tantangan Selesaikan Investasi Mangkrak
    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kanan). Foto: dok BKPM.
    Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui covid-19 menjadi tantangan dalam menyelesaikan investasi mangkrak yang totalnya mencapai Rp708 triliun.

    Meski menghadapi tantangan, Bahlil Lahadalia dalam unggahan akun Instagram @bahlillahadalia, dikutip dari Antara, Selasa, 16 Juni 2020, mengatakan pihaknya telah berhasil memfasilitasi Rp409 triliun atau 58 persen investasi mangkrak itu.

    "Dari senilai Rp708 triliun investasi yang mangkrak, kami telah memfasilitasi investasi mangkrak tersebut mencapai Rp409 triliun atau 58 persen sudah terselesaikan izin pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ujar Bahlil.

    Ia berkomitmen untuk segera menyelesaikan sisa investasi mangkrak yang belum tereksekusi senilai Rp299 triliun.

    "Upaya untuk penyelesaian investasi mangkrak yang belum tereksekusi senilai Rp299 triliun terus kita lakukan, karena potensi dari nilai investasi ini mampu mendongkrak realisasi investasi di 2020," tambah dia.

    Berdasarkan data BKPM, berikut adalah daftar perusahaan yang telah selesai difasilitasi dan nilai investasinya:

    1. Rosneft, nilai investasi Rp211,9 triliun.
    2. Lotte Chemical, nilai investasi Rp61,2 triliun.
    3. Vale Indonesia, nilai investasi Rp39,2 triliun.
    4. Tanjung Jati Power, nilai investasi Rp38 triliun.
    5. Kobexindo, nilai investasi Rp14 triliun.
    6. Sumber Mutiara Indah Persada, nilai investasi Rp1,8 triliun.
    7. Hyundai, nilai investasi Rp21,7 triliun.
    8. Nindya, nilai investasi Rp9,5 triliun.
    9. Tenaga Liatrik Bengkulu, nilai investasi Rp5,2 triliun.
    10. Gelampa Sejahtera Bersama, nilai investasi Rp2 triliun.
    11. Masdar, nilai investasi Rp1,8 triliun.
    12. Minahasa Cahaya Lestari, nilai investasi Rp1,8 triliun.
    13. Lain-lain dengan nilai investasi sekitar Rp1,4 triliun.

    Sebelumnya Bahlil menargetkan eksekusi investasi mangkrak itu harus bisa rampung pada Agustus 2020 sebagaimana perintah Presiden Jokowi.

    Namun harus diakuinya dengan kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini, target penyelesaian kemungkinan akan mundur meski investasi yang bernilai besar sudah banyak yang hampir beres.

    "Tetapi upaya terus kita lakukan. Mohon doa agar bisa kita selesaikan di Agustus dan kalau bisa selesai, ini mampu mendongkrak realisasi investasi kita pada 2020 tanpa harus menunggu banyak investor yang baru karena ini kan investasi existing," pungkasnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id