Negara Berpotensi Kehilangan Rp6,25 Triliun

    Nur Azizah - 14 Mei 2020 17:25 WIB
    Negara Berpotensi Kehilangan Rp6,25 Triliun
    Ilustrasi BPK. MI M Irfan
    Jakarta: Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) 2 kepada Presiden Joko Widodo. Hasil pemeriksaan menemukan negara berpotensi kehilangan Rp6,25 triliun dari masalah ketidakpatuhan terhadap perundang-undangan.

    Masalah ketidakpatuhan perundang-undangan ini terdiri atas 1.725 kasus atau sekitar 31 persen dari temuan. Tercatat ada 4.094 temuan dengan 5.480 permasalahan.

    "1.725 (31 persen) masalahnya ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan angkanya sekitar Rp6,25 triliun serta 2.784 (51 persen) masalahnya ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektivan sebesar Rp1,35 triliun," kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Mei 2020.

    (Baca: BPK Kritik Pengawasan OJK ke Perbankan)

    Firman memerinci dari 1.725 masalah ketidakpatuhan terhadap perundang-undangan, sebanyak 1.270 merupakan masalah yang merugikan negara sebesar Rp1,29 triliun. Sedangkan, masalah lainnya berpotensi merugikan negara sebesar Rp1,87 triliun.

    Kemudian, masalah kelemahan sistem pengadilan internal (SPI) ada 971 temuan atau 18 persen. "Jadi, ini masalah yang sifatnya konsolidatif keseluruhan dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan," ujar dia.

    Firman mengatakan pihaknya melakukan 488 entitas dalam IHPS 2 Tahun 2019. Rinciannya, 71 dari pemerintah pusat dan 367 dari pemerintah daerah.

    "Isinya adalah satu laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan perjanjian utang luar negeri, ada beberapa hal yang diangkat di situ, ada pemeriksaan kinerja tematik sekitar tiga dan kami juga menjelaskan pemeriksaan dengan tujuan tertentu serta hal-hal lain terkait pengelolaan keuangan negara saat ini dan hal itu tadi sudah diserahkan," papar dia.

    Presiden Jokowi didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam penyampaian laporan ini.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id