Pelebaran Defisit APBN Perlu Demi Tanggulangi Virus Korona

    Antara - 24 Maret 2020 15:22 WIB
    Pelebaran Defisit APBN Perlu Demi Tanggulangi Virus Korona
    Direktur riset Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Piter Abdullah - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
    Jakarta: Pemerintah dinilai perlu melakukan pelebaran terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menanggulangi penyebaran virus korona atau covid-19. Pasalnya, APBN merupakan instrumen fiskal utama dalam menjalankan roda pembangunan.

    “Pelebaran defisit sangat mungkin terjadi dan kita butuhkan dalam menanggulangi penyebaran wabah virus korona,” kata Direktur riset Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Piter Abdullah saat dihubungi Antara, di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.

    Piter mengatakan pelebaran defisit hanya untuk menanggulangi penyebaran covid-19. Namun juga dibutuhkan dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi jika wabah telah berakhir.

    “Pelebaran defisit juga kita butuhkan untuk mempercepat recovery economy pada saat wabah korona sudah akan berakhir,” ujarnya.

    Menurut Piter defisit berpotensi melebar di atas batas ketentuan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yaitu maksimal tiga persen dari produk domestik bruto (PDB).

    Karena itu, pemerintah diminta segera menyiapkan langkah hukum untuk mengantisipasi pelebaran defisit di atas tiga persen yakni, melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang merevisi UU Nomor 17 Tahun 2003 tersebut.

    “Pelebaran defisit di tengah ketidakpastian wabah covid-19 adalah sebuah keniscayaan. Bahkan menurut saya pemerintah harus menyiapkan langkah hukum untuk mengantisipasi pelebaran defisit di atas tiga persen,” tutur Piter.

    Lebih lanjut, potensi pelebaran defisit melewati tiga persen seiring anggaran yang dialokasikan untuk penanganan virus korona maupun bantuan social safety net kepada warga terdampak. Di sisi lain, kebijakan pemerintah terkait pelonggaran pajak di tengah menurunnya aktivitas ekonomi juga akan menurunkan penerimaan negara.

    Sementara itu, defisit akan semakin melebar karena pemerintah juga harus melanjutkan berbagai proyek sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi ketika pandemi covid-19 telah berlalu.

    “Melonjaknya belanja sementara penerimaan menurun jelas akan memperlebar defisit,” ujarnya.

    Ia menambahkan pelebaran defisit harus dipahami bukan sebagai sebuah kegagalan. Namun, merupakan wujud antisipasi pemerintah dalam mencegah dampak negatif dari berbagai gejolak.

    “Saya kita masyarakat harus dipahamkan bahwa justru pelebaran tersebut adalah wujud antisipasi pemerintah untuk mencegah dampak negatif yang akan banyak menghantam masyarakat miskin,” tegas dia.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id