Bertemu Jokowi, IMF Sebut ASEAN 'Titik Terang' Ekonomi Global

    Eko Nordiansyah - 04 November 2019 05:50 WIB
    Bertemu Jokowi, IMF Sebut ASEAN 'Titik Terang' Ekonomi Global
    Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
    Jakarta: Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyebut Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) berada pada titik terang dalam ekonomi global.

    Pertemuan Jokowi dan Kristalina dilaksanakan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-35 ASEAN di IMPACT Arena, Nonthaburi, Thailand, Minggu, 3 November 2019.

    "Presiden dan Direktur Pelaksana IMF melakukan tukar pikiran mengenai situasi ekonomi global dan kawasan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan tersebut dilansir dari Antara.

    Kepada Jokowi, Kristalina memaparkan ekonomi dunia yang mengalami perlambatan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai kondisi terendah dalam satu dekade terakhir.

    Ekonom asal Bulgaria itu juga menyoroti banyaknya ketidakpastian yang diciptakan akibat tensi ekonomi dan politik.   

    Lebih lanjut, Kristalina mengatakan bahwa perlambatan ekonomi terjadi tidak hanya pada perdagangan, tetapi juga pada investasi dan manufaktur yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan.

    "Di sisi lain, Direktur Pelaksana IMF melihat bahwa ASEAN dinilai kondisinya lebih baik dan beliau mengatakan bahwa ekonomi ASEAN masih berada di bright spot in the world
    economy
    " tutur Retno, mengutip pernyataan Kristalina.

    Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan prioritas pemerintah Indonesia dalam lima tahun ke depan yaitu pengembangan SDM, melanjutkan pembangunan infrastruktur, reformasi struktural, serta penyederhanaan peraturan-peraturan.

    Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, program prioritas yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia itu mendapat sambutan baik dari IMF.

    "IMF sangat mendukung, dan mengatakan (prioritas) ini sudah tepat terutama diusulkan untuk menjaga kestabilan moneter, melakukan reformasi peraturan-peraturan, dan mengambil kebijakan yang terkait instrumen fiskal," tutur dia.

    Secara khusus Direktur Pelaksana IMF juga menyinggung tentang rencana perpindahan ibu kota Indonesia, yang dinilainya baik untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari reformasi struktural dan institusional.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id